Burhan: Kebijakan Moneter Ketat Ditekankan pada Kuantitas

Burhan: Kebijakan Moneter Ketat Ditekankan pada Kuantitas

- detikFinance
Kamis, 17 Jun 2004 20:42 WIB
Jakarta - Bank Indonesia akan menerapkan kebijakan moneter yang cenderung ketat namun ditekankan pada kuantitas dan bukan pada harga. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung.Demikian disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam raker dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/6/2004)."Kebijakan moneter cenderung ketat tetapi berhati-hati karena kami tidak ingin mengganggu pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. Pengetatan terutama diarahkan pada kuantitas, bukan pada harga," kata Burhanuddin.Penekanan pada harga menurut Burhan akan menambah beban pada pemerintah dan pengusaha karena harus menanggung beban yang tinggi akibat kenaikan suku bunga. "Selain itu perekonomian kita akan dikesankan pada perekonomian yang mulai ketat dan akan mengerem pertumbuhan. Padahal kita perlu pertumbuhan saat ini. Oleh karena itu pendekatan kita pada kuantitas," tegas Burhan.Burhan menjelaskan, kebijakan moneter yang ketat tanpa disertai kenaikan suku bunga bisa dilakukan diantaranya dengan menyerap lebih banyak dari lelang SB. Dia mencontohkan pada lelang Rabu (16/6/2004) lalu dimana BI menyerap hampir 97 persen lelang, namun kenaikan SBI hanya 1 basis poin. Selain itu juga dengan kenaikan Giro Wajib Minimun yang diberi renumerasi sebesar 3 persen. "Jadi kita mop up likuiditas perbankan tanpa menaikkan suku bunga," paparnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads