BI Buat Kesepakatan dengan BUMN Soal Pembelian Valas

BI Buat Kesepakatan dengan BUMN Soal Pembelian Valas

- detikFinance
Kamis, 17 Jun 2004 20:54 WIB
Jakarta - Bank Indonesia telah membuat kesepakatan dengan sejumlah BUMN dalam hal pembelian valas untuk mencegah pembelian besar-besaran yang pada akhirnya bisa menyebabkan Rupiah terdepresiasi.Demikian disampaikan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah dalam raker dengan Komisi IX DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/6/2004).Burhan menjelaskan, kesepakatan yang diambil dengan sejumlah BUMN tersebut tidak berupa kesepakatan tertulis, namun hanya gentlement agreement. Dia mengakui bahwa akhir-akhir ini ada permintaan terhadap dolar AS yang cukup tinggi akibat kenaikan harga minyak. Dijelaskan, jika semula permintaan hanya US$ 500 juta, namun akibat kenaikan harga minyak, permintaan mencapai US$ 1 miliar. "Untuk itu BI minta supaya sejak awal jami diberitahu kapan itu diminta dan kalau boleh, permintaan itu dibagi rata," paparnya.Pemerataan pembagian valas itu menurut Burhan sudah berlaku sejak 2 pekan terakhir. "Dan ternyata selama 2 pekan terakhir, tanpa kami langsung masuk ke pasar ternyata bisa ada penyesuaian kurs," ujarnya.Diungkapkan, bahwa perilaku para bank-bank BUMN, pengusaha dan korporasi yang memborong dolar itu semula mengikuti perilaku asing yang memborong dolar untuk kemudian dibawa ke luar negeri. "Setelah BI membuat pernyataan pada 11 Mei, pelaku asing berhenti dan menurunkan permintaan, tetapi kemudian permintaan dalam negeri meningkat dari pengusaha, korporasi dan juga BUMN. Ini permintaan untuk pembayaran utang dan impor," ungkapnya.Burhan menjelaskan, korporasi dan juga BUMN yang semula memborong dolar hanya untuk kebutuhan impor selama 1 bulan akhirnya ikut-ikutan memborong untuk kebutuhan hingga 6 bulan kedepan. "Ini yang membuat permintaan agak diluar dari suplai yang tersedia di [pasar. Oleh karena itu BI ingin tetap hadir di pasar dan memberi suplai agar jangan sampai pasar tidak ada suplai," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads