Demikian disampaikan oleh Direktur BJB Tatang Sumarna di sela acara Investor Day 2011 di Hotel Gran Hyatt, Sudirman, Jakarta, Kamis (19/5/2011).
"Jadi ada 63 BPR di wilayah Jawa Barat dan Banten, jadi nanti kalau bisa satu Kabupaten satu BPR," ujar Tatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nilai akuisisinya tidak sampai ratusan miliar. Hanya puluhan miliar saja untuk menambah kepemilikan saham di BPR-BPR," ungkapnya.
Tatang mengatakan BJB optimistis dapat merealisasikan pertumbuhan kredit di atas 30% pada tahun ini. Hingga kuartal I-2011 pertumbuhan kredit BJB mencapai 24,49% atau naik Rp 4,85 triliun dari Rp 19,81 triliun pada periode yang sama di 2010.
"Sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) kita itu mematok kredit tumbuh hingga di atas 30%. Saat ini sudah 24% saya kira sudah inline dengan RBB," ujar Tatang.
Dari sisi permodalan, Tatang menungkapkan rasio kecukupan modal (CAR) BJB masih cukup besar di kisaran 19%. Menurutnya, CAR hanya tergerus sedikit untuk mendorong ekspansi kredit hingga 30%.
"Kami menargetkan seiring dengan ekspansi kredit, CAR akan berada di 17% sampai dengan akhir 2011 dan belum akan memerlukan tambahan modal dalam dua tahun mendatang," ungkap Tatang.
Hingga kuartal I-2011 BJB telah membukukan laba hingga Rp 351,49 miliat atau naik 25,39 % dibandingkan pada periode yang sama tahun 2010. Aset juga tumbuh 30,27% atau naik Rp 10,84 triliun dari Rp 35,82 triliun pada kuartal I-2010. Dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar 21,55% atau naik sebesar Rp 6 triliun dari Rp 27,86 triliun pada kuartal I-2010.
Sejak awal 2011 hingga Maret 2011, BJB telah membuka jaringan kantor hingga 716 jaringan yang terdiri dari 51 kantor cabang, 172 kantor cabang pembantu, 45 kantor kas, 45 payment poin, 7 unit layanan kas dan 396 ATM.
(dru/dnl)










































