"Jadi interest income (pendapatan bunga) dari loan (kredit) 72%, dari treasury kira-kira 24%. Nah per kuartal I ini interest income mencapai 4,7%," ujar Head of Division Senior Vice President Treasury Division BNI Abdullah Firman Wibowo di sela konferensi persnya dalam acara Investor Day di Hotel Gran Hyatt, Sudirman, Kamis (19/52011).
Dijelaskan Abdullah, dari jumlah Rp 37,7 triliun tersebut, sebanyak Rp 29 triliun ditempatkan pada surat utang, dengan pembagian di surat utang dengan suku bunga tetap (fix rate) sebesar Rp 14 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo menegaskan, sampai saat ini interest income (pendapatan bunga) BNI masih mayoritas disumbangkan dari pinjaman kredit.
"Dampak ke profit kita mayoritas masih dari loan. Nah kita rely (bergantung) tetap dari loan yang sudah Rp 130 triliun di triwulan satu, kita coba naikkan 20% ke Rp 156 triliun," kata Gatot.
Sampai triwulan satu 2011, BNI telah menyalurkan kredit sebesar Rp 138,65 triliun, naik 16,6% dibandingkan triwulan I-2010 sebesar Rp 118,86 triliun.
(dru/dnl)










































