Bank Indonesia (BI) menilai mundurnya Managing Director International Monetary Fund (IMF) Dominique Strauss-Khan sempat menimbulkan gejolak di pasar keuangan Asia khususnya Indonesia. Namun gejolak tersebut hanya bersifat sementara.
"Saya kira tidak (berpengaruh), kemarin memang ada tapi sebentar, tapi terus kemudian cepat pulih. Karena memang bagaimana pun juga confidence terhadap Asia, termasuk Indonesia sangat kuat. Pertumbuhan ekonomi tinggi, persepsi risiko yang positif, arahnya seperti itu," ujar Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia, Perry Warjiyo ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
Menurutnya, sentimen tersebut hanya bersifat sesaat karena memang pasar valas khususnya itu amat sangat berpengaruh terhadap sentimen negatif. "Tapi kan impactnya kalau dollar AS melemah rupiah menguat dan saat ini rupiah cukup strong (kuat)," jelas Perry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita selalu melakukan assessment nilai tukar sekaligus konsekuensinya dengan perkembangan makroekonomi. Setiap bulan kita melakukan assessment untuk memastikan perkembangan nilai tukar itu konsisten dengan perkembangan makroekonomi kita," paparnya.
Seperti diketahui, Strauss-Kahn yang telah menjabat sebagai Direktur IMF sejak 2007 pada Minggu, 15 Mei lalu ditangkap polisi AS ketika berada di bandara John F. Kennedy sesaat sebelum bertolak ke Prancis.
Strauss-Kahn ditangkap setelah ada laporan serangan seksual kepada seorang pelayan wanita, Sofitel New York berusia 32 tahun. Strauss-Kahn berada di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per malam itu untuk urusan bisnis.
Menurut kepolisian, Strauss-Kahn melakukan penyerangan secara seksual dan percobaan perkosaan terhadap pelayan wanita itu pada siang hari. Strauss-Kahn kini meringkuk di penjara Rikers Island, setelah pembayaran jaminannya ditolak.
Pengacara Strauss-Kahn membantah tudingan tersebut, dengan mengatakan Strauss-Kahn sudah check-out dari hotel ketika serangan seksual atas pelayan itu terjadi.
Kasus yang menimpa Strauss-Kahn tersebut sempat membuat pasar finansial goyah karena khawatir krisis yang terjadi di IMF itu bisa mempengaruhi proses penanganan utang di Uni Eropa.
Seperti diketahui, IMF telah berperan aktif dalam penanganan utang di 3 negara Eropa yakni Yunani, Irlandia dan Portugal. Pada Senin, 16 Mei setelah kasus tersebut mencuat, nilai tukar euro sempat merosot dan berimbas pula pada turunnya harga minyak mentah dunia.
Strauss-Kahn akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Managing Director IMF. Namun ia tetap menegaskan tidak bersalah atas kasus kekerasan seksual tersebut.
(dru/ang)











































