
Bank Sentral Jepang (BoJ) hari ini (20/5) memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya pada level nol hingga 0,1 persen dengan suara bulat. BoJ juga mempertahankan penilaiannya tentang perekonomian dalam negeri dengan mengatakan, "Perekonomian Jepang menghadapi tekanan hebat, terutama dari sisi produksi, sebagai dampak dari bencana gempa."
Perekonomian Jepang terkontraksi melebihi perkiraan pada kuartal I dan kembali terpuruk dalam resesi untuk ke tiga kalinya dalam satu dasawarsa terakhir. Meski demikian, BoJ menambahkan bahwa perekonomian diprediksikan akan kembali pada jalur pemulihan yang moderat pada semester ke dua tahun ini, didukung oleh meningkatnya ekspor yang mencerminkan membaiknya kondisi ekonomi dunia. BoJ menegaskan akan lebih fokus pada pertumbuhan, mengindikasikan bahwa BoJ siap untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut jika diperlukan.
Masih terkait stimulus moneter, secara tak terduga, Deputi Gubenur Kiyohiko Nishimura menarik proposalnya untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut dengan menambah skema pembelian aset. Sebagaimana diketahui, Nishimura bulan lalu mengajukan proposal tersebut yang kemudian ditolak dengan suara 8 berbanding 1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa hari setelah bencana gempa, BoJ melipatgandakan dana cadangan untuk pembelian aset-aset finansial termasuk obligasi pemerintah dan hutang korporasi. Sejak itu, BoJ mempertahankan kebijakan moneternya dan sejauh ini telah membeli aset senilai hampir 4 triliun yen sebagai upaya menekan dampak negatif gempa terhadap perekonomian. (atz)











































