Bank Sentral China Peringatkan Bahaya Tingginya Jumlah Tabungan

Bank Sentral China Peringatkan Bahaya Tingginya Jumlah Tabungan

- detikFinance
Jumat, 20 Mei 2011 16:42 WIB
Bank Sentral China Peringatkan Bahaya Tingginya Jumlah Tabungan
Shanghai - Bank Sentral China mengeluarkan peringatan bahaya tingginya jumlah tabungan masyarakat di bank yang bisa memicu 'gelembung' aset. Pemerintah harus menemukan cara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi.

Saat ini total jumlah tabungan masyarakat China sangat tinggi, yakni mencapai 50% dari Produk Domestik Bruto (PDB) di 2010. Angka itu lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju.

"China adalah sebuah negara dengan tingkat tabungan yang tinggi, yang dapat memicu tingginya investasi dan bisa menyebabkan overheating dan kelebihan kapasitas di beberapa sektor dan 'gelembung' bahan bakar," ujar Gubernur Bank Sentral China, Zhou Xiaochuan seperti dikutip dari AFP, Jumat (20/5/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tingginya tingkat tabungan memiliki aspek yang baik, namun pada saat yang sama aspek yang lain harus kita waspadai juga," ujar dia.

Masyarakat China biasanya menyimpan sepertlima dari pendapatannya di deposito, karena mereka ingin menjaga kebiasaan hidup hemat dan mengkhawatirkan masalah biaya perumahan, kesehatan dan pendidikan di negara yang memiliki kesejahteraan sosial buruk itu.

Zhou mengatakan, outlook pemulihan ekonomi global saat ini lebih jelas ketimbang tahun lalu ketika ketidakpastian masih ada. Ia menyatakan, China perlu mengambil kebijakan 'Melawan Arah' karena siklus perekonomiannya berbeda dengan di negara-negara maju.

"Kita perlu untuk menemukan titik keseimbangan baru di mana kita dapat mendorong pertumbuhan ekononomi dan pada saat yang sama bisa mengontrol inflasi," tambahnya.

Inflasi harga konsumen China pada April tercatat naik 5,3%, sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 5,4%. Harga properti di China juga terus menunjukkan kenaikan. Data resmi terakhir menunjukkan, 56 kita besar dari 70 yang disurvei menunjukkan kenaikan harga rumah baru selama April, dibandingkan pada Maret yang hanya 49 kita.

Untuk memerangi inflasi, otoritas di China telah menaikkan suku bunga 4 kali sejak Oktober dan menaikan Giro Wajib Minium, yang selanjutnya secara efektif membatasi jumlah kredit yang bisa dikucurkan perbankan.
(qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads