Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, selain cabang, asing juga bisa dengan bebas membeli saham bank-bank di dalam negeri. Jadi Indonesia sangat terbuka dengan asing.
"Komitmen kita, industri keuangan ada boleh perbankan dimiliki asing 99 persen, asuransi boleh dimiliki 80 persen, dan perizinan kita yang satu pintu, itu beda sekali dengan negara tetangga kita, yang masih membatasi industri keuangannya untuk dimasuki asing," ujar Agus Marto saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (20/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi (bank) kita sudah capek-capek masuk, nggak tahunya baru representatif, baru limited operation license (operasi terbatas). Kalau di Indonesia kan langsung full license. Kalau di negara lain kita hanya boleh di ibukota, nggak boleh di luar ibukota, di Indonesia begitu masuk langsung bisa buka di Jakata, di Medan, di Surabaya boleh. Jadi, saya merasa Indonesia sudah baik komitmennya untuk membuka industri keuangannya," tutur Agus.
Meski sangat terbuka dengan asing, Agus mengatakan industri perbankan di Indonsia harus memperkuat tata kelolanya. Kemudian Agus meminta perbankan menjaga daya saing di ASEAN.
"Jadi harus betul-betul, kenapa? Karena mereka diizinkan untuk menghimpun dana dari masyarakat. Menghimpun dana dari masyarakat itu kan sebetulnya berutang kepada masyarakat," jelasnya.
Agus meminta agar perbankan di Indonesia melepaskan sahamnya sebesar-besarnya kepada publik, tujuannya agar bisa diawasi dengan ketat.
Sayangnya saat ini masih sedikit saham perbankan yang dimiliki oleh publik. Kalau bisa Bank Indonesia (BI) mencegah jika ada bank yang ingin keluar dari pasar modal.
(nia/dnl)











































