Akuisisi Asuransi Dharma Bangsa, Bank Mandiri Siapkan Rp 60 Miliar

Akuisisi Asuransi Dharma Bangsa, Bank Mandiri Siapkan Rp 60 Miliar

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 23 Mei 2011 14:56 WIB
Akuisisi Asuransi Dharma Bangsa, Bank Mandiri Siapkan Rp 60 Miliar
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) siapkan dana Rp 60 miliar untuk menyerap saham baru yang diterbitkan PT Asuransi Dharma Bangsa (ADB). Transaksi akuisisi ADB ini juga diharapkan tuntas pada triwulan III-2011.

"Triwulan III harap bisa selesai, tergantung persetujuan Bank Indonesia dan Bapepam-LK. Akuisisi sudah mendapat persetujuan dalam RUPS tadi," jelas Direktur Strategis dan Keuangan Pahala Mansyuri, di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (23/5/2011).

ADB memang bersiap berganti pemilik. ADB akan menerbitkan 126.718 saham baru senilai Rp 62 miliar. Sebanyak Rp 60 miliar saham akan diserap oleh BMRI. Sisanya, Rp 2 miliar terserap oleh AXA S.A.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AXA tidak hanya menyerap saham baru, tapi juga saham pemilik lama, PT Estika Yasakelola dan Dana Pensiun Bank Mandiri I. Sehingga total kepemilikan Bank Mandiri di ADB sebanyak 60%, dan AXA, S.A. 40%.

"Dari Rp 38 miliar permodalan ADB, akan menjadi Rp 100 miliar. Jadi ada Rp 62 miliar baru. Bank Mandiri Rp 60 miliar, Rp 2 miliar dari AXA. Dia juga serap saham pemilik lama," ucap Pahala.

Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini menambahkan, perusahaan usaha patungan asuransi kerugian ini diharapkan akan meraih pangsa pasar yang signifikan di segmen retail, mikro, syariah, dan small business.

"Anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi kerugian ini akan memiliki sinergi yang baik dengan pengembangan bisnis ritel dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Bank Mandiri, dan juga dengan Mandiri Tunas Finance," tutur Zulkifli.

Saat ini ADB memiliki beberapa produk asuransi yang bervariasi antara lain asuransi dari resiko kebakaran atau pencurian, asuransi properti, asuransi kendaraan bermotor, asuransi pengangkutan, asuransi kecelakaan diri, asuransi peralatan berat dan asuransi gangguan usaha.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads