Malaysia, Brunei Minati Saham Bank Permata
Jumat, 18 Jun 2004 13:16 WIB
Jakarta - Menneg BUMN Laksamana Sukardi mengungkapkan saat ini peminat divestasi 51 saham Bank Permata sudah cukup banyak, teruatama berasal dari investor lokal maupun regional, seperti Malaysia dan Brunei. Divestasi tetap dilaksanakan tanpa menunggu selesainya Pemilu. "Cukup banyak yang berminat, kebanyakan dari regional. Lokal juga ada,kita akan lihat waktunya. Biarpun Pemilu tapi kan anggaran rutin tidak boleh menunggu Pemilu. Yang paling masalah, ada minat atau tidak. Kalau kepercayaan sudah tidak ada masalah karena sudah dibangun selama ini," kata Laksamana di Jakarta, Jumat (19/6/2004).Laks juga menegaskan sebaiknya Bank Permata tidak dimerger dengan BNI meskipun saat ini BNI belum juga surut minatnya untuk membeli Bank Permata. Soalnya jika merger dilakukan akan menimbulkan masalah baru. BNI, lanjut dia, sebaiknya fokus untuk memperbaiki masalah internalnya terlebih dahulu terkait dengan L/C bodong senilai Rp 1,7 triliun.Sementara Dirut Bank Mandiri ECW Neloe mengaku tidak ikut dalam divestasi Bank Permata meskipun dalam ketentuan arsitektur perbankan Indonesia mengharuskan Mandiri punya modal yang lebih besar. "Jadi bank internasional masih banyak cara, masak cuma Bank Permata. Kita merger atau akuisisi sepanjang ada masalah dengan Bank Mandiri. Tapi kita tidak ikut," demikian ECW Neloe.
(nit/)











































