Bank Permata Incar Kredit Rp 63 Triliun di 2011

Bank Permata Incar Kredit Rp 63 Triliun di 2011

- detikFinance
Selasa, 24 Mei 2011 13:29 WIB
Bank Permata Incar Kredit Rp 63 Triliun di 2011
Jakarta - PT Bank Permata Tbk mengincar pertumbuhan kredit 20% tahun ini sehingga total kredit mencapai Rp 63,36 triliun, dibandingkan periode sebelumnya, Rp 52,8 triliun. Kredit tersebar merata pada sektor konsumer, komersial, dan korporasi.

"BI (Bank Indonesia) mintanya growth 20%, kita akan capai itu meski tahun lalu kita bisa mencapai pertumbuhan 27%," jelas Wakil Direktur Utama Bank Permata, Herwidayatmo saat ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa (24/5/2011).

Sepanjang triwulan I-2011, kredit perseroan telah mencapai Rp 54,7 triliun, atau naik 33% dari periode yang sama 2010, Rp 40,6 triliun. Dengan target kredit yang konservatif tersebut, Bank Permata berharap rasio kecukupan modal (CAR) terjaga pada level 14%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"CAR kita hingga triwulan I 14,1%, kita jaga pada level 14% hingga akhir tahun," tambah Direktur Perbankan Ritel Bank Permata Lauren Sulistiawati. Level CAR juga telah memperhitungkan penambahan modal baru dari penerbitan obligasi subdebt Rp 1 triliun, yang mulai ditawarkan pada 16-22 Juni 2011.

Terkait proses sinergi dengan GE Finance yang baru diakuisisi Bank Permata, Lauren menegaskan, pihaknya tengah melakukan konsolidasi bisnis kartu kredit di antara kedua entitas ini. Sinergi diharapkan tuntas pada September 2011.

"Traksaksi sebenarnya sudah rampung di 8 Desember lalu. Dilajutkan dengan transfer bisnis join finance, itu juga sudah di Desember. Kartu kredit setelah beres diharapkan naik 3 kali lipat, dari saat ini 250 ribu kartu. Tentu dengan ini akan meningkatkan fee base income perseroan," tuturnya.

Hingga kini, sumbangan bisnis kartu kredit terharap pendapatan perseroan berkisar pada level 26%. Dengan semakin kuatnya bisnis ini-- utamanya dengan masuknya GE Finance-- perseroan menargetkan kontribusi kartu kredit naik sebanyak 5-8%.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads