"BI (Bank Indonesia) mintanya growth 20%, kita akan capai itu meski tahun lalu kita bisa mencapai pertumbuhan 27%," jelas Wakil Direktur Utama Bank Permata, Herwidayatmo saat ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta, Selasa (24/5/2011).
Sepanjang triwulan I-2011, kredit perseroan telah mencapai Rp 54,7 triliun, atau naik 33% dari periode yang sama 2010, Rp 40,6 triliun. Dengan target kredit yang konservatif tersebut, Bank Permata berharap rasio kecukupan modal (CAR) terjaga pada level 14%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait proses sinergi dengan GE Finance yang baru diakuisisi Bank Permata, Lauren menegaskan, pihaknya tengah melakukan konsolidasi bisnis kartu kredit di antara kedua entitas ini. Sinergi diharapkan tuntas pada September 2011.
"Traksaksi sebenarnya sudah rampung di 8 Desember lalu. Dilajutkan dengan transfer bisnis join finance, itu juga sudah di Desember. Kartu kredit setelah beres diharapkan naik 3 kali lipat, dari saat ini 250 ribu kartu. Tentu dengan ini akan meningkatkan fee base income perseroan," tuturnya.
Hingga kini, sumbangan bisnis kartu kredit terharap pendapatan perseroan berkisar pada level 26%. Dengan semakin kuatnya bisnis ini-- utamanya dengan masuknya GE Finance-- perseroan menargetkan kontribusi kartu kredit naik sebanyak 5-8%.
(wep/dnl)










































