BI Segera Tarik Uang Pecahan Rp 100 Ribu dan Rp 50 Ribu

BI Segera Tarik Uang Pecahan Rp 100 Ribu dan Rp 50 Ribu

- detikFinance
Jumat, 18 Jun 2004 14:57 WIB
Jakarta - Merespon semakin tingginya peredaran uang palsu, dalam waktu dekat Bank Indonesia (BI) akan menarik uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Selanjutnya, BI akan mengeluarkan denominasi baru untuk mengganti kedua mata uang tersebut."Rencananya memang ada karena sudah begitu banyak uang palsu. Ini kita lakukan untuk mencegah terjadinya peredaran uang palsu yang semakin luas. Oleh karena itu caranya uang harus diganti. Itu yang akan kita lakukan," kata Deputi Gubernur Senior BI, Anwar Nasution, usai salat Jumat di kompleks BI, Jl. MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (18/6/2004).Mengenai kapan pecahan uang tersebut akan diganti dengan yang baru, Anwar mengaku belum tahu. "Namun yang pasti hal itu sudah menjadi pembicaraan BI dan diharapkan tahun ini sudah bisa dilakukan," kata Anwar, yang sebentar lagi akan mengakhiri jabatannya. Nilai Tukar RupiahMengenai nilai tukar rupiah yang belakangan terus merosot, menurut Anwar, hal itu sudah diantisipasi BI dengan mengeluarkan empat paket kebijakan beberapa waktu lalu. Sejauh ini, BI telah mengimbau kalangan usaha dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai pembeli dolar AS untuk tidak terlalu reaktif.Anwar sangat berharap dan optimis rupiah akan kembali menguat, mengingat BI juga akan melakukan penyempurnaan transaksi valas dalam Net Open Position (NOP) sehingga diharapkan dana-dana dari luar negeri bisa masuk untuk jangka waktu lama. Dengan demikian, cadangan devisa bisa bertambah."Kan kita tahu modal jangka panjang sekarang seret masuk. Ini karena ekspor kita tidak kompetitif. Tapi ini bukan urusan BI. Meski demikian, kita tetap memperhatikan itu. Jadi ini bukan soal karena tidak adanya uang, tapi karena ekspor kita memang belum jalan. Kalau ekspor jalan otomatis dolar akan masuk. Jadi bagaimana BI bisa melakukan intervensi, kalau tidak ada dananya," papar guru besar Fakultas Ekonomi UI ini.Terkait rencana bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), untuk menaikkan suku bunga, dijelaskan Anwar, hal itu juga sudah diantisipasi BI dengan menaikkan suku bunga yang sudah mulai dilakukan pada lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) Rabu lalu. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads