PT Bank Syariah Mandiri (BSM) meraup laba Rp 134,89 miliar di triwulan I-2011, naik 54,35% dibandingkan laba bersih periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 87,39 miliar.
Seperti dikutip dari siaran pers perseroan, Selasa (25/5/2011), penyumbang terbesar naiknya laba perseroan adalah pendapatan margin dan bagi hasil yang mencapai Rp 861,5 miliar di periode tiga bulan pertama tahun ini, naik 42,83% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 603,16 miliar.
Sementara total pembiayaan dicatat sebanyak Rp 27,09 triliun, tumbuh 53,48% jika dibandingkan tahun lalu sebanyak Rp 17,65 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan aset itu ditopang meningkatnya Dana Pihak Ketiga (DPK)yang semula pada Maret 2010 Rp 21,03 triliun, naik 53,45%, menjadi Rp 32,23 triliun pada Maret 2011.
Per akhir Maret 2011, outlet BSM mencapai 520 terdiri atas 120 Kantor Cabang, 264 Kantor Cabang Pembantu, 31 Kantor Kas, 51 Konter Layanan Syariah, dan 54 Payment Point.
BSM tetap fokus pada sektor UMKM. Per Maret 2011, porsi pembiayaan UMKM (nonkorporasi) 68,06% dan porsi pembiayaan korporasi 31,94%. (ang/dnl)











































