"Cadangan devisa kita per 20 Mei 2011 itu US$ 116,5 miliar," ujar Gubernur BI Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (27/5/2011).
Menurut Darmin, faktor yang menyebabkan menggelembungnya cadangan devisa dikarenakan capital inflow yang cukup besar ke Indonesia. Hal ini, sambungnya mempengaruhi nilai tukar rupiah juga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tendensinya masih sama. Tekanannya masih ke arah rupiahnya menguat walaupun mungkin tidak sekuat pada bulan-bulan lalu," imbuh mantan Dirjen Pajak ini.
BI sendiri, lanjut Darmin juga terus mewaspadai adanya pembalikkan alias sudden reversal dengan derasnya inflow yang saat ini masuk.
"Kita selalu mencoba mengikuti itu. Itu kan terjadi kalau nanti misalnya terjadi ada macam-macam sih kemungkinannya. Kalau ada krisis bagian dunia tertentu yang diperkirakan memengaruhi perekonomian dunia," tuturnya.
Kalau ekonomi Eropa, AS makin bagus, Darmin menambahkan ekonomi Asia tidak lebih bagus juga bisa terjadi. "Tetapi pada intinya tidak usah terlalu risau. kita sudah mempersiapkan untuk itu (sudden reversal)," tukasnya.
(dru/dnl)
