Upaya bank sentral ini semata-mata untuk mengatur layanan yang rawan terjadi pembobolan bahkan money laundering menjadi lebih ketat.
"Jadi kemarin Wealth Management itu kan kaya supermarket, tapi sekarang kaya butik. Jadi bank-bank kita tuh waktu itu kaya supermarket yang dagang nah terus jaminan produk tidak jelas nah sekarang akan dirubah seperti butik yang sudah ditangani dan perjelas produknya yakni private banking, priority banking dan Cash Wealth Management," ujar Plt Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat, Difi Ahmad Johansyah di Jakarta, Minggu (29/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dalam sebulan ini masih perlu diperbaiki. Kelemahan-kelemahan yang ada karena ini menyangkut dana orang yang cukup besar maka mereka harus lebih profesional jadi jangan cuma dagang doang," katanya.
Lebih jauh Difi mengatakan saat ini masih banyak yang dilakukan perbankan dalam membenahi layanan Wealth Management ditengah masa suspensi BI. Salah satunya, lanjut Difi sertifikasi para bankir yang akan membawahi layanan tersebut.
"Jadi masih ada kelemahan yang sifatnya struktural karena masih ada masalah sertifikasi di orang-orang yang ada di Wealth Management itu. Kemudian masalah risk managementnya juga akan dibenahi," jelas Difi.
Sebelumnya, BI memang mengentikan sementara layanan yang terkait wealth management di 23 bank.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan telah menelusuri dan melakukan pengecekan terhadap layanan tersebut.
"Dari temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa belum ada bank yang 100% siap untuk memasarkan produk layanan khusus tersebut. Untuk itu, Bank Indonesia memutuskan untuk menghentikan sementara penerimaan nasabah baru produk layanan khusus tersebut selama satu bulan," ujar Halim.
Penghentian sementara tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada bank untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terutama pada area dengan risiko melekat yang tinggi sehingga kualitas pelayanan, kemanan dan perlindungan kepada nasabah menjadi lebih baik.
(dru/dru)











































