Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Arwin Rasyid ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
"Alhamdulillah, BI konsisten dalam menetapkan kebijakan. Suspensi sudah dibuka dan ada beberapa hal yang perlu ditekankan," ujar Arwin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain itu BI menyarankan agar bank seharusnya melaksanakan sertifikasi juga kepada pegawainya. Saya kira bagus itu," kata Dia.
Dikatakan Arwin, suspensi layanan Wealth Management memang telah dibuka tetapi ada beberapa bank yang menjalankan operasional terbatas. "CIMB Niaga sendiri sudah bisa kembali membuka layanan wealth management kembali," tuturnya.
Ditempat yang sama, Presiden Direktur PT Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaadmaja telah menyatakan lolos dari suspensi selama sebulan terhadap layanan wealth managementnya.
"BCA boleh donk, tanggal 3 mulai operasi, udah diperbaiki semua. Kelengkapan sistim prosedur, perlengkapan perlengkapan," kata Jahja.
Ia mengungkapkan selama satu bulan masa suspensi, BCA tidak mengalami kerugian.
"Nasabah baru kan paling sebulan hanya 1 atau 2 jadi ya kita ga rugi," jelasnya.
Untuk kedepannya Jahja mengatakan dalam layanan wealth management perangkat keamanan seperti kamera CCTV dan sertifikasi karyawan menjadi hal yang harus di fokuskan.
Wakil Direktur Utama BTN, Evi Firmansyah mengatakan sebagian besar dari 23 bank memang sudah dibuka tetapi memang ada operasional terbatas bagi beberapa bank.
"Sebagian sudah oke, selebihnya kita tunggu rilis dari BI saja," katanya.
Seperti diketahui, BI meminta bank menghentikan sementara penarikan nasabah baru layanan priority banking selama sebulan, sebagai buntut kasus penggelapan dana nasabah Citigold oleh mantan relationship manager Citibank, Malinda Dee.
(dru/qom)











































