FR DPR Ngotot Minta Penjelasan, Pengesahan Miranda Tertunda
Senin, 21 Jun 2004 13:20 WIB
Jakarta - Pengesahan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI berjalan alot karena sejumlah anggota DPR dari Fraksi Reformasi (FR) ngotot meminta penjelasan dari Miranda langsung mengenai sejumlah masalah. Karena masih adanya perdebatan tentang permintaan penjelasan itu, maka rapat paripurna pengesahan diskors selama 10 menit. Sejumlah pimpinan fraksi bertemu dengan pimpinan sidang yakni Tosari Wijaya di Gedung DPR/MPR, Senin (21/6/2004). Dalam lobi itu nantinya akan diputuskan apakah akan meminta kehadiran Miranda untuk memberi klarifikasi atau tidak.Beberapa anggota dari Fraksi Reformasi yang minta penjelasan diantaranya adalah Alvin Lie dan Hakam Naja. "Fraksi kami merasa ada beberapa hal yang harus diklarifikasi. Dan kami memohon agar Miranda Goeltom hadir di sidang paripurna supaya dapat mengklarifikasi beberapa hal tersebut," tegas Alvin tanpa merinci apa saja masalah yang harus diklarifikasi itu.Sementara anggota Fraksi Reformasi yang juga anggota Komisi IX DPR yang sudah mensahkan Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior yakni Hakam Naja menegaskan dirinya sudah memberi penjelasan kepada anggota Fraksi Reformasi. "Saya sebenarnya sudah menjelaskan proses fit and proper test kepada seluruh anggota Fraksi Reformasi, tapi ada beberapa teman-teman yang tidak puas di antaranya karena Miranda Goeltom membuat PT. Tidak patut seorang Deputi Gubernur punya PT dan bisnis karena dalam UU sudah dinyatakan tidak boleh. Saya kira akan lebih baik kalau Miranda hadir dalam paripurna untuk menjelaskan sendiri," tegasnya.Sementara Ketua Komisi IX Emir Moeis mengatakan, Komisi IX telah melaksanakan tugas dari DPR yaitu melakukan fit and proper test semua calon dan dalam pelaksanaannya termasuk ketika voting sudah dihadiri seluruh wakil fraksi. "Jadi semua prosedur telah terpenuhi dan permintaan untuk klarifikasi di paripurna sudah tidak perlu lagi," tandasnya.
(qom/)











































