Inilah Rating Asuransi 2004

Versi Infobank

Inilah Rating Asuransi 2004

- detikFinance
Senin, 21 Jun 2004 17:04 WIB
Jakarta - Dari 135 perusahaan asuransi di Indonesia pada tahun 2004, Asuransi AIG Lippolife, AIA Indonesia dan Jiwasraya menjadi 3 perusahaan asuransi jiwa terbaik dengan premi bruto di atas Rp 500 miliar.Demikian rating asuransi versi Majalah Infobank yang disampaikan Direktur Biro Riset Infobank, Eko B. Supriyanto, dalam keterangan persnya di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Senin (21/6/2004).Menurut Eko, pemeringkatan itu dilakukan berdasarkan laporan keuangan perusahaan dengan mengacu pada 10 kriteria yakni modal berbasis risiko (risk based capital/RBC), rasio likuiditas, rasio cadangan teknis dengan aktiva lancar, rasio cadangan premi dengan premi netto retensi sendiri, perubahan pendapatan premi bruto, rasio premi retensi sendiri dengan modal sendiri, rasio investasi dengan cadangan teknis ditambah utang klaim, rasio beban klaim netto dengan premi netto, rasio beban dengan pendapatan dan rasio laba dengan rata-rata modal sendiri.Sedangkan untuk kategori asuransi jiwa dengan premi bruto antara Rp 150-500 miliar adalah Asuransi Jiwa Bringin Life Sejahtera, Astra CMG Life dan Asuransi Central Asia Raya. Sedangkan asuransi jiwa dengan premi bruto di bawah Rp 150 miliar antara lain Asuransi Cigna, Credit Suisse & Pensions Indonesia dan Asuransi Jiwa Askrida.Untuk asuransi umum dengan premi bruto di atas Rp 200 miliar yang memiliki kinerja terbaik adalah Asuransi Tri Pakarta, Asuransi Mitsui Sumitomo Indonesia dan Asuransi Dayin Mitra. Sedangkan untuk kategori premi bruto antara Rp 50-200 miliar adalah Asuransi Purna Artha Nugraha, ACE INA Insurance dan Asuransi Samsung Tugu. Untuk asuransi dengan premi bruto di bawah Rp 50 miliar adalah Asuransi Himalaya Pelindung, Staco Jasapratama dan Asuransi Bosowa Periskop.Selain itu, rating Infobank juga mencatat ada 7 perusahaan asuransi jiwa yang memiliki kinerja keuangan tidak baik dan mencatat 12 perusahaan asuransi jiwa yang tidak mengeluarkan laporan keuangan hingga 20 Juni 2004, di antara AJB Bumiputera 1912 dan Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.Sedangkan asuransi umum yang tidak mengeluarkan laporan keuangan tercatat sebanyak 10 perusahaan dan 5 perusahaan asuransi umum yang kinerjanya tidak bagus."Jadi pada tahun ini akan terjadi kristalisasi perusahaan asuransi yang terutama disebabkan oleh ketentuan RBC. Dari data Biro Riset Infobank, paling tidak masih ada 32 perusahaan asuransi di luar asuransi PKU yang masih harus menyelesaikan RBC 120 persen sesuai yang disyaratkan Depkeu," demikian Eko B. Supriyanto. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads