Peredaran Uang Palsu di Bali Meningkat

Peredaran Uang Palsu di Bali Meningkat

- detikFinance
Senin, 21 Jun 2004 17:28 WIB
Denpasar - Meski jumlahnya tidak terlalu signifikan, pihak Bank Indonesia (BI) mengakui peredaran uang palsu di Bali tahun ini meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selama periode Januari-Mei 2004, BI cabang Denpasar menemukan 192 lembar uang palsu senilai Rp 17,25 juta.Uang palsu itu terdiri dari berbagai jenis yakni pecahan Rp 100.000 sebanyak 158 lembar (Rp 15,8 juta), pecahan Rp 50.000 26 lembar (Rp 1,3 juta), pecahan Rp 20.000 7 lembar (Rp 140 ribu) dan pecahan Rp 10.000 1 lembar.Kepala Bidang Sistem Pembayaran dan Manajemen BI cabang Denpasar, I Gusti Putu Sudiartha, dalam jumpa pers di kantor BI, Jl. WR Supratman, mengakui jumlah peredaran uang palsu tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.Menurutnya, setiap hari pihaknya menemukan 3-5 lembar uang palsu. Penemuan uang palsu paling banyak terjadi di Bank BCA cabang Denpasar.Ditambahkan Sudiartha, jika dibandingkan dengan peredaran uang palsu skala nasional, peredaran uang palsu di Bali tahun ini memang relatif kecil, hanya sekitar 1 persen. "Memang kondisi ini tidak berpengaruh terhadap ekonomi makro di Bali tapi rakyat kecil banyak yang jadi korban," katanya.Untuk itu, lanjut Sudiartha, pihaknya telah melakukan penyuluhan mengenai perbedaan antara uang asli dan palsu kepada kalangan perbankan, pedagang valuta asing, guru dan kasir swalayan.Untuk tahun 2004, BI telah melakukan penyuluhan di sejumlah bank di 3 kabupaten yakni Bangli, Karangasem dan Klungkung. Rencananya, 7 Juli mendatang, BI akan melakukan penyuluhan kepada Lembaga Perkreditan Desa di Kabupaten Singaraja.Ketika disinggung apakah peredaran uang palsu di Bali meningkat terkait dengan pelaksanaan pemilihan presiden dan wapres, ia tak berani memastikan. "Kita nggak berani memprediksi demikian. cuma akhir-akhir ini menunjukkan perkembangan yang tinggi dibanding tahun 2003," ungkap Sudiartha. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads