Bos Citibank Indonesia Shariq Mukhtar Dikabarkan Diganti

Bos Citibank Indonesia Shariq Mukhtar Dikabarkan Diganti

- detikFinance
Rabu, 08 Jun 2011 14:51 WIB
Bos Citibank Indonesia Shariq Mukhtar Dikabarkan Diganti
Jakarta - Citibank NA Indonesia menyatakan rotasi jabatan di tingkat direksi kantor cabang adalah hal biasa. Vice President Costumer Care Citibank Hotman Simbolon mengungkapkan pergantian direksi termasuk 'bos besarnya' yakni Shariq Mukhtar juga merupakan hal yang lumrah dilakukan.

"Rotasi itu hal yang biasa di Citibank sebenarnya. Semua bisa diganti. Dan sudah lama juga Pak Shariq menjabat," ujar Hotman ketika ditemui di sela acara Seminar Perlindungan Konsumen di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (8/6/2011).

Hotman mengungkapkan hal tersebut setelah diklarifikasi menanggapi adanya isu yang beredar bahwa Country Chief Officer (CCO) Citibank Indonesia tersebut akan diganti karena kasus yang terjadi belakangan ini. Menurut Hotman sejauh ini Shariq Mukhtar masih menjabat sebagai CCO Citibank dan masih berada di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masih kok beliau ada di Indonesia. Tetapi saya nggak denger jika soal itu (pergantian Shariq)," tambahnya.

Dijelaskan Hotman lebih jauh, untuk pergantian direksi Citibank Indonesia ternyata tidak memerlukan control langsung dari Citibank Pusat (New York AS).

"Ada beberapa bagian yang di control langsung dari sana (pusat) ada yang tidak, ada yang langsung dari sini saja cukup. Semua tergantung unit kerja," tambahnya.

Berdasarkan kabar yang beredar, BI telah menyelesaikan uji kepatutan dan kelayakan alias fit and proper test pejabat Citibank terkait kasus yang terjadi belakangan. Salah satu pejabat yang dilakukan 'ujian ulang' oleh BI ini adalah Shariq Mukhtar. BI sebelumnya menyatakan fit and proper test akan menentukan nasib pejabat tersebut termasuk Shariq Mukhtar.

Dihubungi secara terpisah Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah juga menolak berkomentar soal isu penggantian ini. Difi hanya menyatakan, hasil fit and proper test dibahas dalam Rapat Dewan Gubernur mingguan.


(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads