Citigroup menyatakan, nama-nama nasabah, nomor rekening dan informasi kontak termasuk email berhasil diketahui oleh Hacker. Menurut Financial Times, Citi berhasil menemukan adanya pembobolan data itu pada Mei.
Namun Citi mengatakan, informasi lain seperti tanggal lain, nomor jaminan sosial, tanggal kadaluarsa kartu dan kode keamanan kartu tidak berhasil dijebol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk keamanan nasabah-nasabah tersebut, kami tidak akan memberikan informasi lebih detil," tambahnya tanpa merinci bagaimana penyusupan data itu bisa terjadi.
Juru bicara Citi lainnya, James Griffiths di Hong Kong mengatakan, pembobolan itu telah mempengaruhi sekitar 1% dari pemegang kartu di Amerika Utara. Berdasarkan laporan keuangan Citi, total nasabah di kawasan tersebut mencapai 21 juta.
Namun tidak seperti yang dialami perusahaan Jepang, Sony yang langsung mengumumkan pengamanan dari penyusupan, Citi mungkin bisa menuai kecaman karena tidak segera memberitahukan kepada konsumen.
"Ini mungkin masalah bisnis bank, tapi ini adalah informasi personal konsumen sehingga konsumen berhak untuk diberitahu tentang keamanan penyusupan itu secepatnya. Sulit untuk melihat alasan apapun mengapa kasus ini tidak dibuka secepatnya," ujar Dan Simpson, juru bicara Consumer Action Law Centre Australia.
(qom/dnl)











































