Bank Muamalat Bantah Sahamnya Ditawar Investor Asing

Bank Muamalat Bantah Sahamnya Ditawar Investor Asing

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Sabtu, 11 Jun 2011 15:24 WIB
Bank Muamalat Bantah Sahamnya Ditawar Investor Asing
Jakarta - PT Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk membantah kabar bahwa sebagian sahamnya diincar oleh beberapa investor asing, salah satunya adalah Standard Chartered Bank. Dalam RUPS terakhir tidak ada rencana penjualan saham.

"Dalam RUPS, kami tidak membahas rencana penjualan saham. Pemilik saham tidak ada rencana menjual saham pada tahun ini. RUPS cuma membahas rencana pengembangan bisnis seperti biasa," kata Direktur Utama Bank Muamalat Arviyan Arifin dalam siaran persnya, Sabtu (11/6/2011).

Ia juga menyatakan, nilai-nilai yang dianut Bank Muamalat selama ini tidak akan pupus jika dibeli oleh pihak asing. Bank Muamalat selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Islami yang selama ini sepenuhnya diimplementasikan dalam bisnis sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan ini adalah harga mati," tegasnya.

"Bank Muamalat memiliki banyak pemegang saham, yang masing-masingnya memiliki hak dan kewenangan penuh untuk memperjual-belikan sahamnya," tambah Corporate Secretary Meitra Ninanda Sari atau biasa dipanggil Nino.

Nino menambahkan, hak dan kewenangan pemegang saham ini tidak boleh dicampuri oleh jajaran pengurus dan manajemen Bank Muamalat. Namun demikian, Nino membantah isu kemungkinan rencana akuisisi Bank Muamalat oleh bank asing.

“Sebelum melakukan pembelian saham, calon pembeli harus menempuh banyak proses yang tidak sebentar, dan yang terpenting, proses pembelian ini harus dijelaskan kepada pemegang saham yang lain dalam mekanisme RUPS Luar Biasa,” imbuhnya.

Dalam RUPS tahunan Bank Muamalat yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 26 Mei lalu, tidak terdapat agenda aksi korporasi apa pun terkait dengan jual beli saham mayoritas pionir bank syariah di Indonesia ini.

“Masih jauh lah untuk mengatakan bahwa kita akan diakuisisi oleh Bank A, B atau C. Misalnya ternyata rumor ini benar pun, aksi ini masih harus dilaporkan kepada Bank Indonesia selaku regulator, dan belum tentu disetujui,” jelasnya.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) mengakui telah mendengar adanya rencana akuisisi Bank Muamalat oleh Stanchart melalui bank afiliasinya. Namun bank asal Inggris tersebut belum memberikan permohonan izin akusisi maupun pembelian saham Bank Muamalat kepada BI.

Sebelumnya memang sempat terdengar kabar Standard Chartered melalui bank afiliasinya yang disinyalir PT Bank Permata Tbk memang tengah mendekati Bank Muamalat. Tidak hanya itu, Qatar Islamic Bank SAQ dan Oversea-Chinese Banking Corp (OCBC) juga berencana mengakuisisi saham mayoritas di bank syariah terbesar di Indonesia itu.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads