Kejar Kredit Rp 6,23 Triliun, Bank Pundi Tancap Gas

Kejar Kredit Rp 6,23 Triliun, Bank Pundi Tancap Gas

- detikFinance
Sabtu, 18 Jun 2011 14:04 WIB
Kejar Kredit Rp 6,23 Triliun, Bank Pundi Tancap Gas
Jakarta - Pasca masuknya Sandiaga Uno melalui bendera PT Recapital Securities, manajemen PT Bank Pundi Indonesia (dulu bernama Bank Eksekutif International) langsung tancap gas. Perseroan memasang target kredit Rp 6,23 triliun di 2011, naik 9 kali lipat lebih dari 2010, Rp 612,75 miliar.

Demikian disampaikan manajemen Bank Pundi dalam penjelasan tertulis kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip detikFinance, Sabtu (18/6/2011).

Sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) perseroan, manajemen memasang target tinggi pada penyaluran kredit tahun ini. Dari aktualisasi kredit tahun lalu Rp 612,75 miliar, diharapkan melesat hingga 917% atau Rp 5,62 triliun, menjadi Rp 6,23 triliun di 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertumbuhan kredit akan didanai dari Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat hampir lima kali lipat, dari Rp 1,15 triliun menjadi Rp 6,89 triliun.

"Perkembangan bisnis bank memberi kontribusi kepada pendapatan bunga bersih dari Rp 39,64 miliar di 2010 menjadi Rp 651,99 miliar hingga akhir tahun ini," jelas manajemen Bank Pundi.

Rasio kecukupan modal (CAR) juga akan membaik dari 39,5%, diharapkan menjadi 15,03%. Target ini masih diatas ketentuan minimum 8% akibat pertumbuhan aset, khususnya kredit. "Meskipun terdapat tambahan modal bank sebesar Rp 500 miliar dari rights issue II," tegasnya.

Atas target baru diatas, serta perbaikan portofolio Non Performing Loan (NPL), perseroan mematok laba bersih Rp 77,29 miliar pada akhir 2011. Bandingkan dengan pencapaian di tahun lalu yang mencatat rugi Rp 88,64 miliar.

"Sesuai RBB 2011, NIM dapat meningkat dari 3,51% menjadi 20,12% di 2011, sebagai akibat pertumbuhan positif bisnis utama (kredit) dan peningkatan LDR (Loan to Deposit Ratio). BOPO (Biaya Operasional/ Pendapatan Operasional) sebesar 88,15%, lebih baik dibandingkan 2010, 157,5% dengan percepatan pendapatan operasional lebih besar dibandingkan biaya operasional," tegasnya.


(wep/wep)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads