"Sekitar 41,50% atau Rp 195 triliun terdapat di TD dan SBI yakni 39,60% sebesar Rp 186 triliun per 17 Juni 2011. Sedangkan sisanya di instrumen lain, jadi total dana mencapai Rp 470 triliun," kata Plt Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Difi Johansyah dalam acara BI Bareng Media di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (20/6/2011).
Sejak diperkenalkan pada Juli 2010, porsi TD terhadap OPT atau Operasi Pasar Terbuka terus menunjukkan peningkatan jika dibandingkan dengan dana di SBI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari seluruh porsi SBI yang mencapai Rp 186 triliun, BI juga mencatat asing masih menguasai Rp 62 triliun.
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 12/11/PBI/2010 tentang Operasi Moneter, adapun dalam OPT tersebut BI melakukan kegiatan antara lain penerbitan SBI, penempatan berjangka (term deposit) di BI, transaksi pembelian dan penjualan Surat Berharga Negara (SBN), transaksi repurchase agreement (repo) dan reverse repo surat berharga, Jual beli valuta asing terhadap rupiah, juga Standing Facilities yang hanya dapat diikuti oleh Bank, meliputi lending facility dan deposit facility.
"TD itu instrumen untuk menyerap likuiditas tapi gada paper-nya (surat), beda dengan SBI yang ada papernya jadi bisa diperjualbelikan di pasar sekunder. Jadi TD itu ngga ada surat berharga, hanya minta rekening bank, nanti yang ikut lelang tinggal didebet," terang Difi.
Sementara dari porsi tenor TD, lanjutnya, untuk TD bertenor satu bulan sebesar Rp35 triliun, TD bertenor tiga bulan sebesar Rp 110 triliun, dan TD bertenor enam bulan Rp 50 triliun.Β
(dru/ang)











































