Alokasi Dana SUP 005 Didominasi Sektor Perdagangan.

Alokasi Dana SUP 005 Didominasi Sektor Perdagangan.

- detikFinance
Rabu, 23 Jun 2004 17:48 WIB
Jakarta - Alokasi dana Surat Utang Pemerintah (SUP) 005 didominasi oleh sektor perdagangan, restoran dan hotel sebesar Rp 943 miliar, sementara sektor pertanian hanya mendapatkan alokasi sebesar Rp 336 miliar. Sektor lain yang juga mendapatkan alokasi dana SUP 005 adalah sektor jasa dan lain-lain Rp 436 miliar, pengolahan Rp 287 miliar dan konstruksi Rp 281 miliar. Penarikan SUP 005 yang total mencapai Rp 3,1 triliun ini sudah bisa dilakukan mulai 10 Nopember 2004 dengan jangka waktu hingga 10 Desember 2009. Hal ini disampaikan Deputi Gubernur BI Maulana Ibrahim dan Deputi bidang pembiayaan Kementrian Koperasi dan UKM Eriyatno usai penandatanganan MoU peningkatan akses UKM ke perbankan di Gedung A BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (23/6/2004)."Untuk SUP 005, pemerintah sudah mengalokasikan Rp 3,1 triliun kepada bank dan lembaga keuangan lain non bank seperti PNM dan Pegadaian. Penyaluran dana ini sudah mulai berjalan," kata Maulana. Menurutnya, untuk bank sejauh ini yang ditunjuk untuk menyalurkan dana tersebut adalah BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN.Dana SUP ini menurut Maulana merupakan dana pendamping dari dana murni yang dimiliki bank yakni DPK (dana pihak ketiga) dalam hal penyaluran kredit. "Mudah-mudahan pada saat bank sudah efektif menerima dana ini, bank sudah langsung melakukan adjustment. Untuk sektor pertanian dan kelautan, kita tidak memberikan satu kuota. Tapi kita himbau pada perbankan untuk menyalurkan pada sektor ini," kata Maulana.Digunakannya SUP 005 untuk pendanaan KUKM didasarkan pada keputusan Menkeu No 40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003. Sementara itu mengenai penyaluran kredit untuk UMKM yang dilakukan oleh BI untuk tahun 2003 ini ditargetkan Rp 36,04 triliun yang bisa disalurkan lewat bank umum dan Rp 2,47 triliun yang disalurkan lewat BPR. Angka ini diharapkan bisa terserap sepenuhnya oleh perbankan untuk disalurkan lewat UMKM. Target penyaluran UMKM untuk tahun 2004 masih lebih besar dibanding realisasi penyaluran kredit baru UMKM oleh perbankan tahun 2003 yang hanya Rp 26,9 triliun atau 63,8 persen dari target sebesar Rp 42,4 triliun. Angka ini terdiri dari kredit kepada usaha mikro sebesar Rp 7,5 triliun (18 persen), Kredit usaha kecil sebesar Rp 15,2 triliun (36 persen) kredit kepada usaha menengah Rp 19,7 triliun (46 persen). Selama triwulan I tahun 2004 yang sudah terealisasi Rp 12 triliun atau lebih dari 30 persen sehingga BI berharap realisasinya tahun ini bisa melebihi target. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads