Bank Masih 'Malas' Kasih Kredit ke UMKM

Bank Masih 'Malas' Kasih Kredit ke UMKM

- detikFinance
Jumat, 01 Jul 2011 17:37 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih sangat rendah di bawah 10% sejak Januari hingga Mei 2011. Bank sentral terus mengarahkan bank untuk menggenjot kredit sektor produktif tersebut untuk mencegah ekonomi 'overheating' alias kepanasan.

"Kredit UMKM memang masih tumbuh rendah karena sekarang BI membedakan kredit UMKM dan MKM atau Mikro Kecil Menengah. Kredit UMKM baru tumbuh di bawah 10%," kata Direktur Direktorat UMKM dan BPR Edy Setiadi ketika ditemui di sela HUT BI ke 58 di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (1/7/2011).

Dijelaskan Edy, BI membedakan kredit UMKM dan MKM karena bank saat ini tergolong masih banyak menyalurkan kredit MKM yang masih berbau konsumtif jika dibandingkan UMKM yang bersifat produktif. "UMKM itu murni digunakan untuk usaha, berbeda dengan MKM yang konsumtif nah BI kini mendorong bank untuk lebih menyalurkan ke UMKM," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih jauh Edy mengatakan untuk kredit MKM masih tumbuh cukup baik yakni mencapai 24% hingga Mei 2011 (tahunan).

Di tempat yang sama Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan, pertumbuhan kredit industri perbankan juga termasuk hal yang perlu diperhatikan dan difokuskan mencegah overheating. Karena, sambungnya ketika hanya kredit di sisi konsumerisme yang meningkat akan berbahaya.

"Ini harus dilihat detilnya diarahkan ke mana, kalau kredit konsumerisme akan berbahaya tidak akan menambah kapasitas produksi bukan demand. BI sedang melihat kredit mana yang membahayakan dan kita encourage itu dan dorong ke sektor yang produktif harus lihat secara detilnya," terangnya.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads