Demikian disampaikan Direktur Kelembagaan BRI, Asmawi Syam di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (6/7/2011).
"Kepada seluruh BUMN sekitar Rp 3-4 triliun. Paling besar untuk electricity. Infrastruktur juga oil & gas, dan toll road, meskipun tidak banyak karena belum ditarik," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Plafon kredit BRI kepada BUMN mencapai Rp 54 triliun. Per industri target kami masing-masing Rp 10 triliun. Tapi kan by project," imbuhnya.
Ia menambahkan, kredit korporasi khususnya melalui BUMN diprediksi akan meningkat. Ini seiring dengan belanja modal seluruh perusahaan negera tahun ini yang meningkat, sekitar Rp 1.400 triliun.
"Dari BUMN berapa, support pembiayaan berapa, 30%. Dengan pembiayaan ini kita bisa ukur daya serapnya," tutur Asmawi.
Sedangkan potensi kredit konsumer juga meningkat. Ini seiring dengan potensi kenaikan gaji, khususnya PNS sekitar 10-15%. "Kita bisa melihat gaji naiknya berapa, baik PNS ataupun swasta. Tinggal dihitung opportunity, dikali berapa," pungkasnya.
(wep/ang)











































