Mustafa : BRI Enggan Akusisi Muamalat Karena Mahal

Mustafa : BRI Enggan Akusisi Muamalat Karena Mahal

- detikFinance
Minggu, 10 Jul 2011 12:18 WIB
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan pihaknya telah menawarkan pembelian saham PT Bank Muamalat kepada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Sayangnya, dari pertemuan dengan para pemegang saham, BRI mengaku penjualan saham tersebut dianggap terlalu mahal.

"Bank Muamalat pernah kita wacanakan. Saya sudah memanggil BRI beserta pemegang saham perorangan yang lama. Kelihatannya ketika dipelajari pada tahap awal tergolong mahal. Kalau tidak salah mereka minta 3,2 kali istilahnya. Normalnya 2-2,2. Itu bahasanya orang bank seperti itu," ujarnya ketika ditemui di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (10/7/2011).

Mengenai nilai penawarannya tersebut, Mustafa mengaku tidak tahu. Sampai saat ini, lanjut Mustafa, pembelian saham Bank Muamalat masih ditawarkan pada BRI. Sementara untuk bank BUMN lain, tambahnya, belum ada yang menyatakan minatnya untuk membeli saham bank syariah pertama di Indonesia itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pokoknya pada waktu itu dibahas dibilang mahal. Kan ini saham boleh diambil alih atau tidak. Bank BRI melihat masih tidak terjangkau, kalau bertemu Pak Sofyan (Direktur Utama BRI) boleh ditanya. Baru ditawarkan ke BRI, belum ada bank BUMN yang berniat untuk masuk ke Bank Muamalat," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pemegang saham asing Bank Muamalat ramai-ramai berniat melepas saham di bank pertama syariah tersebut. Pemegang saham tersebut adalah Boubyan Bank Kuwait, Saudi Arabian Atwill Holdings Limited dan Islamic Development Bank (IDB). Sebelumnya dikabarkan Standard Chartered Bank, Bank Permata bahkan Chairul Tanjung pun sepertinya berminat untuk membeli bank tersebut.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads