"Bank Muamalat pernah kita wacanakan. Saya sudah memanggil BRI beserta pemegang saham perorangan yang lama. Kelihatannya ketika dipelajari pada tahap awal tergolong mahal. Kalau tidak salah mereka minta 3,2 kali istilahnya. Normalnya 2-2,2. Itu bahasanya orang bank seperti itu," ujarnya ketika ditemui di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (10/7/2011).
Mengenai nilai penawarannya tersebut, Mustafa mengaku tidak tahu. Sampai saat ini, lanjut Mustafa, pembelian saham Bank Muamalat masih ditawarkan pada BRI. Sementara untuk bank BUMN lain, tambahnya, belum ada yang menyatakan minatnya untuk membeli saham bank syariah pertama di Indonesia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Pemegang saham asing Bank Muamalat ramai-ramai berniat melepas saham di bank pertama syariah tersebut. Pemegang saham tersebut adalah Boubyan Bank Kuwait, Saudi Arabian Atwill Holdings Limited dan Islamic Development Bank (IDB). Sebelumnya dikabarkan Standard Chartered Bank, Bank Permata bahkan Chairul Tanjung pun sepertinya berminat untuk membeli bank tersebut.
(nia/dru)











































