Selain tiga investor lokal yakni Saratoga, Para Group dan Bank Mandiri, terdapat pula lima investor asing diantaranya Qatar Islamic Bank, OCBC, Standard Chartered, ING Barings Bank.
Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Perbankan Syariah Mulya Siregar ketika ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (13/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskan Mulya diantara investor tersebut sudah ada yang menyatakan minat secara serius dengan memberikan keterangan ke BI.
"Ada sekitar 3 investor yang telah memberikan keterangan BI. Tapi mekanisme akusisi ya urusan internal mereka dengan Muamalat," tambah Mulya.
Lebih jauh Mulya mengatakan sampai saat ini belum ada penyelesaian akhir diantara Bank Muamalat dan salah satu dari kedelapan investor tersebut.
"Belum ada yang deal. Kita tidak tahu Muamalat menawarkan berapa harganya," jelasnya.
Mulya menambahkan, bagi BI siapapun yang akan membeli sudah seharusnya mempunyai prospek long term commitment terhadap bank muamalat. "Jangan dia membeli sebentar dan kemudian setahun menjual lagi. Yang kedua, bagi BI jangan ubah visi dan misi yang sudah dilakukan oleh bank Muamalat Indonesia itu yang kita minta kepada calon pemegang saham," jelasnya.
"Khusus untuk Standard Chartered bank pihaknya tidak mempersoalkan apakah Standard Chartered itu non Islami, itu enggak. Kan mereka punya sadiq, mereka punya orang-orang terbaik. Apakah itu masalah, kita melihat persoalan itu secara proporsional, jadi bagi kita siapapun long term dan tidak ubah visi misi," imbuhnya.
Sebelumnya dikabarkan bahwa Pemegang saham asing Bank Muamalat ramai-ramai akan melepas saham di bank pertama syariah tersebut. Pemegang saham tersebut adalah Boubyan Bank Kuwait, Saudi Arabian Atwill Holdings Limited dan Islamic Development Bank (IDB).
(dru/qom)











































