"Seiring perkembangannya, perbankan syariah nantinya bisa menghasilkan produk-produk dan konsep konstruktif dan inovatif tidak hanya bagi nasabah muslim tapi juga nasabah non muslim. Karena bank syariah itu tidak hanya untuk penduduk muslim saja," ujar Gubernur BI Darmin Nasution dalam sambutannya di acara "Joint High Level Conference on Islamic Finance" BI-Bank Negara Malaysia di Hotel Shangrila, Jakarta, Senin (18/7/2011).
Menurut Darmin, dalam perkembangannya industri perbankan syariah di dunia mulai mengedepankan isu bahwa produk dan layanannya tidak hanya dikhususkan bagi masyarakat muslim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun perkembangan industri perbankan syariah dimulai pada tahun 1991-1992 saat muncul bank syariah pertama, diharapkan dengan kerja sama dengan Malaysia, yang mulai mengembangkan perbankan syariah sejak 1983 bisa memberikan hasil maksimal dalam meningkatkan perkembangan syariah dunia pada umumnya.
"Hasil konferensi semoga bisa memperkuat dan mempercepat perkembangan syariah di kedua negara dan dunia pada umumnya," kata Darmin.
Dalam konferensi tersebut, Darmin mengatakan, akan terjadi diskusi di antara para pakar perbankan syariah dari kedua negara dalam mengelaborasi produk-produk, konsep, standar akuntansi syariah, serta hubungan perbankan syariah di kedua negara.
"Jumlah penduduk muslim yang sangat besar di Indonesia menjadi potensi pasar tersendiri. Malaysia itu leader, sudah mulai kembangkan produk syariah sejak 1983, lewat Tabungan Haji. Dari 22 bank yang ada di Malaysia, itu mencakup 22% industri perbankan. Dan pangsa pasar sukuk di Malaysia pun yang paling besar sampai 72%," jelasnya.
(dru/ang)











































