PTUN Tunda Likuidasi BDB, BI Ajukan Kasasi ke MA

PTUN Tunda Likuidasi BDB, BI Ajukan Kasasi ke MA

- detikFinance
Jumat, 25 Jun 2004 14:59 WIB
Jakarta - BI akan segera mengajukan kasasi atas putusan PTUN Jakarta yang menangguhkan keputusan likuidasi BI terhadap PT Bank Dagang Bali (BDB). BI tidak akan mencabut keputusannya tersebut sehingga likuidasi terhadap BDB tetap dilaksanakan.Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Anwar Nasution kepada wartawan saat dicegat usai Sholat Jumat di Gedung BI, Jakarta, Jumat (25/6/2004)."Saya kira jelas, apapun yang bisa kita lakukan akan kita lakukan. Kita tidak akan membolehkan orang-orang seperti ini pesta pora. Karena jelas kita tidak akan membuatkan satu senpun uang rakyat dimain-mainkan," kata AnwarMenurut Anwar, keputusan yang dikeluarkan BI sudah sesuai dengan prosedur dan kewenangan yang dimiliki BI. Apalagi keputusan itu dibuat untuk kepentingan nasional dan masyarakat banyak. Karena itu proses likuidasi dan pembayaran dana nasabah BDB tidak akan dihentikan. Mengenai adanya kepengurusan ganda antara pemegang saham dan tim likuidasi, Anwar mengatakan yang pasti sesuai dengan keputusan yang diambil BI, tim likuidasi akan tetap menjalankan tugasnya. BI tetap tidak akan mengakui pemegang saham lama BDB yang masih bercokol di bank tersebut mengingat mereka sudah tidak lulus fit and proper test. Karena itu BI sudah melaporkan ke pihak berwajib untuk menangkap pemegang saham BDB. "Saya ini otoritas, apa keputusan saya, itu yang berlaku," tukasnya.Lebih jauh mengenai langkah BI selain kasasi, Anwar mengatakan masih akan berkonsultasi dengan ahli hukum BI. Yang jelas, BI tidak akan membiarkan satu senpun dana masyarakat dipakai untuk yang tidak-tidak oleh pemegang saham BDB. "Jelas itu tidak benar, makanya kita bubarkan bank itu. Jadi kita akan banding sampai putusan terakhir. Disini hati nuranilah yang harus dipakai," tegas Anwar.Hasil kerja tim likuiasi diakui Anwar sejauh ini apa yang telah dilakukan UP3 dan BPKP agak lambat. Karena itu BI akan meminta verifikasi dipercepat dan pembayaran dana nasabah segera diselesaikan agar tidak menimbulkan erosi kepercayaan masyarakat terhadap blankeed guarantee. Anwar mencontohkan apa yang terjadi di luar negeri seperti AS jika ada bank ditutup pada Jumat, maka Senin seluruh prosesnya dipastikan sudah selesai.Terkait portfolio BDB, Anwar menolak menjelaskan dan meminta wartawan menanyakan langsung ke bank yang bersangkutan seperti Bank NISP. "Apa betul dan kenapa tidak dibayar. Jadi tanyakan betul pada mereka, jangan saya," kata Anwar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads