Ini Dia 25 Calon Agen Penjual ORI008

Ini Dia 25 Calon Agen Penjual ORI008

- detikFinance
Rabu, 20 Jul 2011 16:08 WIB
Jakarta - Kementerian Keuangan telah menunjuk 25 calon agen penjual penerbitan obligasi ritel Indonesia (ORI) seri 008 tahun ini. Calon agen penjual tersebut terdiri dari bank dan perusahaan sekuritas.

Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Pengadaan Agen Penjual ORI008 Kementerian Keuangan Wien Irwanto dalam pengumumannya, Rabu (20/7/2011).

Adapun 25 calon agen penjual itu adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


  1. Bank UOB Indonesia
  2. Citibank, N.A
  3. PT ANZ Bank Panin
  4. PT Bank Bukopin Tbk
  5. PT Bank Central Asia Tbk
  6. PT Bank CIMB Niaga Tbk
  7. PT Bank Danamon Indonesia Tbk
  8. PT Bank Internasional Indonesia Tbk
  9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  10. PT Bank Mega Tbk
  11. PT Bank Negara Indonesia Tbk
  12. PT Bank OCBC NISP Tbk
  13. PT Bank Panin Tbk
  14. PT Bank Permata Tbk
  15. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
  16. PT Ciptadana Securities
  17. PT Danareksa Sekuritas
  18. PT Kresna Graha Securindo
  19. PT Lautandhana Securindo
  20. PT Mega Capital Indonesia
  21. PT Reliance Securities Tbk
  22. PT Sucorinvest Central Gani
  23. PT Trimegah Securities Tbk
  24. Standard Chartered Bank
  25. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd
Surat Keputusan tersebut berlaku mulai tanggal ditetapkan hingga berakhirnya rasa sanggah yaitu 5 (lima) hari kerja setelah tanggal penetapan.

Di tempat terpisah, Dirjen Pengelolaan Utang Kemenkeu Rahmat Waluyanto mengatakan penerbitan ORI008 ini akan dilakukan pada 26 Oktober 2011.

"Saat ini proses baru saja selesai pemilihan agen penjual. Ada 25 kandidat, tapi belum ada keputusan final," Rahmat kepada detikFinance.

Rahmat juga pernah mengatakan, kupon atau bunga yang diberikan bakal di atas bunga deposito.

Sebelumnya pemerintah telah lima kali menerbitkan ORI hingga ORI 007 pada Agustus 2010 lalu. Investasi ORI relatif aman karena dijamin oleh Undang-undang. Dengan investasi ORI, investor juga telah turut serta dalam pembangunan nasional.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads