"Beberapa rasio keuangan BTN terus tumbuh cukup baik dari sisi aset, kredit, dana pihak ketiga (DPK), dan Laba," ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro dalam konferensi persnya di Gedung BTN, Harmoni, Jakarta, Rabu (20/7/2011).
Iqbal memaparkan juga aset BTN mengalami peningkatan aset menjadi Rp 73,8 triliun atau tumbuh 20,92% dari posisi yang sama di 2010 yang sebesar Rp 61,06 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Non Performing Loan (NPL) net sendiri tercatat 3,65%. Sedangkan Rasio Kecukupan Modal (CAR) tercatat sebesar 15,85%," ungkapnya.
Lebih jauh Iqbal mengatakan dari Januari 2011 sampai Juni 2011 (year to date) BTN telah menyalurkan kredit lebih dari Rp 6 triliun. Komposisi kredit BTN antara housing dan non housing tercatat sebesar 89,5% dan 10,5%.
"Pertumbuhan kredit YoY ini lebih tinggi dari industri yang memang slowdown di semester I-2011 ini. Kita targetkan pertumbuhan kredit di 2011 sebesar 27%," jelasnya.
Sementara itu Pendapatan Bunga Bersih/Net Interest Income (NII) pada semester I-2011 ini mencapai Rp 1,727 atau meningkat dari Rp 1,545 triliun.
BPHTB Masih Jadi Ancaman BTN
Kisruh ketidakjelasan pungutan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di dearah menjadi faktor kurang maksimalnya pertumbuhan kredit BTN.
Direktur BTN Irman A Zahirudin mengatakan banyak daerah yang belum bisa menyelesaikan BPHTB ini.
"Pada Maret, April kemarin daerah belum bisa menyelesaikan BPHTB, belum ada harga jual pasti," kata Irman.
Selain itu, yang menjadi kendala Irman mengatakan susahnya mencari blanko Akta Jual Beli (AJB) juga menjadi masalah.
"Blanko AJB bisa habis di beberapa tempat. Ini jadi faktor juga," tegas Irman.
(dru/dnl)











































