PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) cetak laba Rp 1,473 triliun di semester I-2011, naik tipis 3% dari Rp 1,433 triliun di enam bulan pertama di 2010. Giro dan Tabungan (CASA) tercatat naik sebesar 18%, membentuk dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 83,536 triliun atau naik 23%.
"Kondisi perekonomian Indonesia yang menjanjikan di tahun 2011 memungkinkan kami untuk menjaga tingkat pertumbuhan di seluruh lini usaha Danamon di semester pertama tahun ini,β kata Direktur Utama Danamon Henry Ho dalam siaran persnya, Kamis (21/7/2011).
Pada akhir Juni 2011, total kredit Danamon mencapai Rp 92,793 triliun, naik 31% dari Rp 71,074 triliun setahun yang lalu. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) konsolidasian dan stand alone Danamon masing-masing tercatat sebesar 14% dan 12,2%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kredit bagi nasabah di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM, mencatat pertumbuhan sebesar 23% mencapai Rp 28,046 tirliun per 30 Juni 2011, dan membentuk sekitar 30% dari total kredit Danamon.
Kredit korporasi dan komersial Danamon mencatatkan peningkatan sebesar 30% menjadi Rp 20,040 tirliun dari Rp 15,458 triliun di akhir Juni 2010. Pertumbuhan kredit wholesale didukung oleh kredit modal kerja yang tumbuh 46% menjadi Rp 3,285 triliun.
Sementara pertumbuhan kredit komersial terus berlanjut, di mana bisnis Trade Finance yang mendukungnya tumbuh 142% menjadi Rp 1,547 triliun.
Sampai dengan 30 Juni 2011, rasio kredit terhadap total pendanaan berada di posisi 91,9%, dan rasio kredit terhadap total dana pihak ketiga (LDR) Danamon mencapai 99,0.
Atas kinerjanya tersebut, pada perdagangan hari ini harga saham BDMN naik 50 poin (0,88%) ke level Rp 5.700 per lembar. Sahamnya ditransaksikan 501 kali sebanyak 15.919 lot senilai Rp 45,04 miliar. (ang/dnl)











































