Surat Utang Pemerintah Bakal Jadi Instrumen Moneter BI

Surat Utang Pemerintah Bakal Jadi Instrumen Moneter BI

- detikFinance
Jumat, 22 Jul 2011 14:20 WIB
Surat Utang Pemerintah Bakal Jadi Instrumen Moneter BI
Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan mempercepat penggunaan surat berharga negara (SBN) sebagai bagian dari instrumen moneter. Bank sentral akan menetapkan SBN sebagai instrumen moneter di samping Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan term deposit (TD).

"Kita sebetulnya sedang menyiapkan metode cara-cara agar kita bisa mempercepat menggunakan surat Berharga Negara (SBN) sebagai bagian dari instrumen moneternya BI," ungkap Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution ketika ditemui di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (22/7/2011).

Bank sentral sendiri tidak menutup kemungkinan mendahulukan pembahasan penggunaan SBN ketimbang pembahasan SBI 12 bulan dan Term Deposit 9 bulan sebagai instrumen moneter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kurangnya peminat SBI 9 bulan, sambung Darmin ada kemungkinan bank sentral mendahulukan mengganti sebagian dari instrumen moneter BI dengan SBN.

Dalam pembahasannya nanti, bank sentral masih harus mengakumulasi kepemilikan SBN.

"Kalau jumlahnya nggak banyak, kan kita harus beli di pasar, hanya kita nggak bisa meminta pemerintah itu secara khusus itu harus di pasar. Jadi artinya surat berharga negara itu sudah banyak tenornya. Artinya ada yang pendek, menengah, dan panjang. Jadi mungkin kita lebih salah satu itu lebih banyak melalui itu," papar Mantan Dirjen Pajak ini.

Saat ini BI sendiri terus menggeser tenor instrumen moneter semakin panjang, setelah membekukan SBI bertenor satu bulan dan tiga bulan, dan menerapkan kebijakan six month holding period (kepemilikan minimal SBI selama enam bulan), tidak lupa juga yakni mendorong penggunaan instrumen Term Deposit.

"Sehingga sekaligus kita tidak hanya sekedar menggunakan SBI dalam operasi pasar terbuka. Tapi itu memang perlu waktu dan itu sedang dipersiapkan," pungkasnya.

(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads