Bankir Setuju Uang Muka Kredit Konsumtif Harus Diperbesar

Bankir Setuju Uang Muka Kredit Konsumtif Harus Diperbesar

- detikFinance
Senin, 25 Jul 2011 07:32 WIB
Bankir Setuju Uang Muka Kredit Konsumtif Harus Diperbesar
Jakarta - Uang muka kredit konsumtif seperti Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) memang sudah selayaknya diperbesar. Bankir menilai rencana Bank Indonesia (BI) yang akan memperbesar uang muka alias down payment (DP) sebagai kebijakan yang tepat.

"Saya kira perlu, bunga boleh renda tapi DP juga harus diperbesar," ujar Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaadmadja kepada detikFinance di Jakarta, Senin (25/7/2011).

Dijelaskan Jahja, DP yang diperbesar dan jumlah pinjaman yang diperkecil atau skema Loan To Value ini dilakukan juga agar tidak terjadi spekulasi. Menurutnya, jika terjadi koreksi harga maka nilai jaminan masih lebih besar dari pinjaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini bagus agar tidak terjadi spekulasi dan bila terjadi koreksi harga, nilai jaminan masih lebih besar dari pinjaman," tuturnya.

Bank-bank kini memang terus mengejar kredit konsumtif. Jahja mengakui BCA memang salah satu fokusnya adalah di sektor kredit konsumtif berupa Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Seperti diberitakan sebelumnya, BI mewaspadai adanya bubble di sektor otomotif. Beberapa perubahan tengah disiapkan seperti rencananya menaikan uang muka (down payment/DP) lebih besar.

"Misalnya kita mau beli mobil kan bank bayarin 90% kita bayar 10% makanya kita nanti down payment diperbesar. Angkanya nanti yah," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono di kantornya akhir pekan lalu.

Selama ini kata Hartadi ada yang namanya loan to value ratio. Konsep itu diakuinya memang belum diterapkan secara sistematis, namun secara rata-rata menggunakan komposisi kredit bank 90% dan 10% uang konsumen.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads