BNI Gandeng Bank Jepang Salurkan Kredit ke UKM

BNI Gandeng Bank Jepang Salurkan Kredit ke UKM

- detikFinance
Senin, 25 Jul 2011 14:22 WIB
BNI Gandeng Bank Jepang Salurkan Kredit ke UKM
Jakarta - Japan Bank for International Cooperation (JBIC) menggandeng PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) untuk membiayai industri dalam negeri. Selain industri dalam negeri, BNI-JBIC juga akan membiayai investor asal Jepang yang akan masuk serta Japan Small Medium Enterprise (UMKM Jepang).

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo dalam konferensi pers paparan kinerja Semester I-2011 di Gedung BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (25/7/2011).

"Dalam waktu dekat, BNI akan menandatangani MoU dengan JBIC mengenai pemberian loan kepada industri dalam negeri dan UMKM Jepang serta pembiayaan investor Jepang," kata Gatot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai plafonnya, Gatot mengatakan tidak ada plafon kredit yang disiapkan namun sebesar-besarnya industri dalam negeri yang akan diutamakan.

"Jadi nanti investor Jepang banyak yang datang dan butuh pembiayaan. Bersama JBIC, BNI akan membantu pembiayaannya. Selain itu, industri dalam negeri juga akan dibiayai melalui MoU ini," kata Gatot.

Sampai semester I-2011 Gatot mengatakan penyaluran kredit di segmen korporasi, segmen usaha kecil dan segmen konsumer mengalami pertumbuhan yang cukup baik.

Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, pinjaman di segmen korporasi tumbuh 25% dari Rp 45,25 triliun menjadi Rp 56,84 triliun.

Kredit usaha kecil naik 17,3% dari Rp 26,98 triliun menjadi Rp 31,65 triliun. Kredit konsumer tumbuh 34%dari Rp 20,40 triliun menjadi Rp 27,33 triliun, dan pembiayaan di bisnis internasional juga tumbuh 27% dari Rp 4,79 triliun menjadi Rp 6,08 triliun.

Fokus bidang penyaluran kredit di masing-masing segmen, di antaranya segmen korporasi difokuskan pada bidang infrastruktur, segmen usaha kecil untuk mendukung perdagangan di daerah-daerah, dan segmen konsumer tetap fokus pada kredit perumahan.

"Dengan kerjasama melalui JBIC ini diharapkan kredit keseluruhan akan tumbuh 17-20% di 2011 ini," kata Gatot.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads