Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini, di kantornya Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/7/2011).
Total aset perseroan naik 18,1% menjadi Rp 474,9 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan aset disebabkan oleh kredit yang bertumbuh 26,9%, dari Rp 217,9 triliun menjadi Rp 276,7 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, pertumbuhan kredit mikro mengalami pertumbuhan 41,2% dari Rp 6 triliun di Juni 2010 menjadi Rp 8,5 triliun. "Sejalan dengan pertumbuhan kredit tersebut, jumlah nasabah kredit mikro juga meningkat pesat dari 488,7 ribu nasabah menjadi 592,6 ribu nasabah," ucap Zulkifli.
Sementara itu total limit KUR yang telah disalurkan Bank Mandiri dan anak perusahaannya (Bank Syariah Mandiri) hingga semester I mencapai Rp 6,37 triliun dan telah disalurkan kepada sekitar 111.766 nasabah. Kredit investasi juga meningkat 26,9% mencapai Rp 84 triliun di akhir bulan Juni 2011.
Penghimpunan dana pihak ketiga menjadi Rp 362,6 triliun pada Juni 2011 dari Rp 326,6 triliun pada Juni 2010. Tabungan tumbuh Rp 209,4 triliun atau tumbuh 11,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejalan dengan pertumbuhan DPK, BMRI telah menambah 262 unit kantor cabang menjadi 1.442 unit. Sedangkan kantor Micro Business District Center (MBDC) & Micro Business Unit (MBU) bertambah 601 unit menjadi 1.566 unit.
(wep/qom)











































