"Per Juni obligasi rekap sebesar Rp 9,91 triliun. Pada semester satu itu sudah jatuh tempo Rp 4 triliun, dan akan jatuh tempo lagi Rp 1 triliun pada semester dua. Jadi jatuh tempo Rp 5 triliun pada 2011," ujar Direktur Keuangan BRI Achmad Baiquni ketika ditemui di Gedung BRI, Sudirman, Jakarta, Jumat (29/7/2011).
Jumlah obligasi rekap BRI tersebut sudah surut banyak dari jumlah awal sebesar Rp 39 triliun. BRI mendapatkan kontribusi pertambahan laba sebesar 2% di semester I-2011 ini dari obligasi rekap tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun saat ini, porsi obligasi rekap hold to maturity (tidak bisa dijual sampai jatuh tempo) sebesar 56%, dan sebanyak 44% available for sale (bisa diperjualbelikan di pasar sekunder).
Obligasi rekap adalah obligasi yang diterbitkan pemerintah sehubungan dengan Program Rekapitalisasi Perbankan di 1997/1998. Ketika itu, pemerintah menerbitkan obligasi senilai kurang lebih Rp 430 triliun. Obligasi ini untuk memperkuat permodalan perbankan nasional yang sekarat terhempas krisis.
Saat ini banyak obligasi rekap yang dipegang perbankan, nilainya mencapai kurang lebih Rp 200 triliun.
(dru/dnl)











































