Pencapaian ditopang dari pertumbuhan pendapatan kredit dan operasional selain bunga (fee based income) dari payment poin dan kartu kredit.
Demikian disampaikan Direktur Utama Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi dalam rilis yang diterima detikFinance, Minggu (31/7/2011).
Glen menjelaskan, laba operasional perseroan tumbuh 42% menjadi Rp 427 miliar hingga akhir Juni 2011, meningkat dari periode sebelumnya yang hanya Rp 301 miliar.
Lebih lanjut ia mengutarakan, pendapatan Fee Based Income BBKP per Juni 2011 mencapai Rp 282 miliar, atau bertumbuh 29,35% dibandingkan perolehan tahun lalu sebesar Rp 218 miliar. Dengan kontribusi utama berasal dari tagihan listrik sebesar Rp 13 triliun pada enam bulan pertama 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, pencapaian kredit mikro pada Januari hingga Juni 2011 naik 228% menjadi Rp 2,1 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp 634 miliar.
"Untuk mempercepat pertumbuhan kredit dan menangkap peluang pasar yang ada, segmen komersial menjadi motor penggerak pertumbuhan kredit dengan dengan tumbuh sebesar 43% mencapai Rp 11,8 triliun pada semester I-2011 dibandingkan tahun 2010 yakni Rp 8,2 triliun," kata Glen.
Dengan pencapaian tersebut, menjadikan total aset perseroan hingga semester I-2011 mencapai Rp 52,5 triliun, naik 23% dibandingkan periode sebelumnya Rp 42,9 triliun.
Per semester I-2011 rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perseroan mencapai 14,75%, meningkat dari posisi sebelum Penawaran Umum Terbatas (PUT) II, 12,86%. Rasio Return on Equity (ROE) mencapai 18,91% di semester I-2011, tumbuh dari periode yang sama tahun 201017,95%. Kenaikan rasio profitabilitas tersebut didorong oleh kenaikan kinerja profitabilitas perseroan.
(wep/hen)











































