BI: Arus Modal Masuk Mulai Seret

BI: Arus Modal Masuk Mulai Seret

Herdaru Purnomo - detikFinance
Senin, 01 Agu 2011 15:34 WIB
BI: Arus Modal Masuk Mulai Seret
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan dalam waktu dekat akan terjadi penurunan aliran masuk modal asing (capital inflow) ke Indonesia. Bank sentral melihat hal ini terjadi seiring dengan mulai tercapainya kesepakatan dalam kongres di AS terkait masalah utang.

"Capital inflow akan masih ada tapi akan berkurang tekanannya," ujar Gubernur BI Darmin Nasution ketika ditemui disela acara penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenakertrans dan BI di Gedung BI Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (1/8/2011).

Menurutnya, capital inflow sendiri akan berkurang kalau pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sudah cukup tinggi sehingga, daya serapnya membaik dan tingkat penganggurannya berkurang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu ukurannya sesederhana itu. Jadi capital inflow akan masih ada karena itu akan menjadi uang yang perlu mencari tempat yang nyaman, ya tetapi tentu ya relatif melambat karena hal tersebut," terangnya.

Sementara itu Darmin memaparkan sehubungan dengan mulai terjadinya kesepakatan untuk penutupan defisit utang di AS bank sentral justru melihat ada gairah baru di pasar keuangan yang selama beberapa minggu belakangan khawatir akan terjadinya default.

"Itu kalau apa yang dicapai sekarang yang pertama tentu menghilangkan kerisauan yang ada di pasar keuangan beberapa minggu ini karena takut ada default. Itu sendiri tentu akan membuat situasi pasar keuangan lebih tenang. Dia (pasar keuangan) akan bergerak kembali ke posisi 2-3 minggu lalu," kata Darmin.

Ia menambahkan, jika langkah yang diambil pemerintah AS makin terarah maka akan berdampak positif terhadap perekonomian, karena kalau melalui fiskal langsung capital inflow lebih terarah, seperti untuk pembangunan, dan lain-lain.

(dru/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads