Kredit Nganggur Bank Rp 200 Triliun Siap Dicairkan

Kredit Nganggur Bank Rp 200 Triliun Siap Dicairkan

- detikFinance
Selasa, 02 Agu 2011 14:35 WIB
Kredit Nganggur Bank Rp 200 Triliun Siap Dicairkan
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan porsi kredit belum cair alias undisbursed loan yang telah disepakati dan siap dicairkan mencapai Rp 200 triliun. Total undisbursed loan yang commited ini sekitar sepertiga dari total undisbursed loan.

"Yang commited jauh lebih kecil dari total undisbursed loan yakni sekitar Rp 200 triliun," ungkap Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (2/8/2011).

Dijelaskan Muliaman, undisbursed loan memang terbagi menjadi dua jenis kredit yakni commited dan uncommited.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, dalam melihat porsi kredit yang belum cair angka yang menjadi acuan adalah angka yang committed dalam porsi undisbursed loan. Hal tersebut, lanjut Muliaman dikarenakan porsi undisbursed loan committed tidak bisa dibatalkan oleh calon debitur.

"Ini menjadi kredit yang ternyata sudah disepakati dan harus dicairkan namun hanya menunggu waktu saja," tambahnya.

Sebelumnya Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan porsi undisbursed loan keseluruhan di sekitar Rp 500 triliun saat ini atau 30% atau 34% dari total kredit yang sebesar Rp 1.800 triliun.

Menurut Hartadi, paling banyak kredit belum cair disektor kredit investasi. Sedangkan di kredit konsumsi pencairannya cukup cepat.

Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Mandiri Tbk Pahala N. Mansury mengatakan, ekses likuiditas bank berplat merah ini sebesar US$ 700 juta sampai US$ 800 juta pada semester I-2011.

Dengan ekses likuiditas yang kuat, Pahala mengakui, undisbursed loan diperseroan masih cukup besar.

"Untuk undisbursed loan bank Mandiri sampai akhir Maret itu mencapai Rp 53 triliun akan tetapi kita perlu melihat kondisi total kredit yang disalurkan," ucap Pahala

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sendiri mengungkapkan porsi kredit belum dicairkan alias undisbursed loan masih cukup tinggi mencapai Rp 20 triliun. Sebagian besar kredit belum cair tersebut merupakan proyek infratruktur khususnya jalan tol yang terkendala akibat pembebasan lahan.

"Undisbursed loan hampir sebagian itu proyek infrasturktur jalan tol yang penarikannya secara bertahap sesuai kebutuhan, nah ini terkendala pembebasan lahan," kata Direktur BNI Krishna Suparto.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads