"Yang commited jauh lebih kecil dari total undisbursed loan yakni sekitar Rp 200 triliun," ungkap Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (2/8/2011).
Dijelaskan Muliaman, undisbursed loan memang terbagi menjadi dua jenis kredit yakni commited dan uncommited.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini menjadi kredit yang ternyata sudah disepakati dan harus dicairkan namun hanya menunggu waktu saja," tambahnya.
Sebelumnya Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono mengatakan porsi undisbursed loan keseluruhan di sekitar Rp 500 triliun saat ini atau 30% atau 34% dari total kredit yang sebesar Rp 1.800 triliun.
Menurut Hartadi, paling banyak kredit belum cair disektor kredit investasi. Sedangkan di kredit konsumsi pencairannya cukup cepat.
Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Mandiri Tbk Pahala N. Mansury mengatakan, ekses likuiditas bank berplat merah ini sebesar US$ 700 juta sampai US$ 800 juta pada semester I-2011.
Dengan ekses likuiditas yang kuat, Pahala mengakui, undisbursed loan diperseroan masih cukup besar.
"Untuk undisbursed loan bank Mandiri sampai akhir Maret itu mencapai Rp 53 triliun akan tetapi kita perlu melihat kondisi total kredit yang disalurkan," ucap Pahala
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sendiri mengungkapkan porsi kredit belum dicairkan alias undisbursed loan masih cukup tinggi mencapai Rp 20 triliun. Sebagian besar kredit belum cair tersebut merupakan proyek infratruktur khususnya jalan tol yang terkendala akibat pembebasan lahan.
"Undisbursed loan hampir sebagian itu proyek infrasturktur jalan tol yang penarikannya secara bertahap sesuai kebutuhan, nah ini terkendala pembebasan lahan," kata Direktur BNI Krishna Suparto.
(dru/dnl)











































