BI Targetkan Hanya 1,5 Juta Orang Belum Terjamah oleh Bank

BI Targetkan Hanya 1,5 Juta Orang Belum Terjamah oleh Bank

Herdaru Purnomo - detikFinance
Selasa, 02 Agu 2011 16:56 WIB
BI Targetkan Hanya 1,5 Juta Orang Belum Terjamah oleh Bank
Jakarta - Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan cetak biru alias blue print program Financial Indentity Number (FIN). FIN merupakan nomor identifikasi tunggal bagi orang yang belum pernah tersentuh layanan jasa keuangan perbankan atau biasa dikenal unbanked people.

FIN yang merupakan program anyar bank sentral, mempunyai beberapa tahapan agenda penggarapan. Untuk tahapan pertama diagendakan menggaet 17.500 unbanked people di 350 desa. Program ini akan memungkinkan bank dan penyedia jasa keuangan lainnya mengakses riwayat kredit nasabah melalui sistem biro kredit yang tersentralisasi.

Demikian disampaikan oleh Peneliti Senior Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Sri Noerhidajati dalam keterangannya di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (2/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah para masyarakat yang tergolong unbanked people itu ada 234,2 juta. Ini memang bukan bilangan yang kecil," ujar Sri.

Ia menjelaskan FIN merupakan cara yang masuk strategi nasional agar masyarakat terlayani jasa keuangan. Untuk tahun pertama, sambung Sri diagendakan pengumpulan data di 350 desa dengan target 17.500 orang yang masuk komunitas unbanked people.

"Setelah dihasilkan cetak biru, memasuki tahun kedua diupayakan untuk mengembangkan model pengumpulan data dengan terus memperluas jangkauan desa menjadi 400 dan target responden hingga 120.000," tambahnya.

"Nah di tahun ketiga, target yang dibidik akan mencapai 1,5 juta orang dengan jumlah desa yang ditingkatkan dan kualitas orang yang disasar lebih tinggi," imbuh Sri.

Menurut Sri, dengan semakin banyak masyarakat dari kelompok unbanked people yang tersentuh jasa layanan bank dan keuangan maka peluang mereka untuk meningkatkan taraf hidup dan keluar dari lingkaran setan kemiskinan semakin terbuka.

FIN disampaikan pertama kali oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution yang berharap semakin banyaknya masyarakat yang mendapatkan layanan jasa keuangan terutama bank.

"Bagi masyarakat di negara maju, nomor identitas keuangan tunggal mungkin nampak tumpang tindih dengan nomor jaminan sosial dan lain-lain, tetapi di negara Indonesia yang memiliki lebih dari 200 juta penduduk dan tersebar lebih di 13.000 pulau, FIN menawarkan nilai tambah bagi upaya peningkatan jumlah penduduk yang layak bagi nasabah perbankan," papar Darmin beberapa waktu yang lalu.

Darmin mengatakan, dengan FIN tersebut, maka bank penyedia jasa keuangan lainnya dapat mengakses informasi nasabah melalui sistem biro kredit yang tersentralisasi. "FIN akan memungkinkan bank mengakses riwayat kredit nasabah," tambahnya.

Darmin melanjutkan, agar program FIN dapat sepenuhnya dipahami oleh masyarakat, maka BI akan meluncurkan program pendidikan perbankan secara besar-besaran.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads