Pemerintah 'Menyerah' Kasih Bunga Kredit Murah ke UKM

Pemerintah 'Menyerah' Kasih Bunga Kredit Murah ke UKM

- detikFinance
Rabu, 03 Agu 2011 12:14 WIB
Pemerintah Menyerah Kasih Bunga Kredit Murah ke UKM
Jakarta - Pemerintah mengaku belum bisa memberikan bunga rendah kepada segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan walaupun menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) sekalipun tetap saja suku bunga masih mencekik.

"Memang pemerintah bagi sektor UMKM itu masih belum bisa mengupayakan bunga rendah bagi masyarakat," ujar Hidayat ketika ditemui detikFinance di sela pembukaan Pameran Kridaya 2011 di JCC, Senayan, Rabu (3/8/2011).

Dijelaskan Hidayat, bunga kredit sektor UMKM semua berada diatas 16%. Bahkan sambungnya, dengan skema KUR-pun bunga masih tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menggunakan skema KUR-pun yang tanpa jaminan itu mencapai 22%. Nah yang memakai jaminan juga masih tinggi di 14% sampai 16%," tegasnya.

Lebih jauh Hidayat mengatakan pemerintah terus mengusahakan jika bunga memang tinggi, bagaimana agar masyarakat mendapatkan kreditnya secara mudah.

Ditambahkan Hidayat, pihaknya telah bekerjasama dengan Bank Indonesia dan industri perbankan mendisikusikan masalah bunga ini.

"Untuk KUR dan kredit UMKM sudah berdiskusi dengan perbankan dan BI memang biaya bank atau cost of fund itu cukup tinggi serta biaya administrasi," kata Dia.

"Termasuk juga biaya administrasi karyawan bank-nya. Maka kita terus mendorong agar efisiensi dilakukan," jelasnya.

Lebih jauh Hidayat mengharapkan agar spread atau rentang suku bunga kredit dan deposito perbankan lebih ditekan lagi agar bunga kredit bisa turun.

"Spread terlalu tinggi. Spread kita 7-8% bayangkan saja. Kalau di luar negeri itu hanya 3-4% jadi masih ada ruang penurunan suku bunga kredit," pungkasnya.

Ani Yudhoyono Minta Perbankan Permudah Salurkan KUR

Di tempat yang sama Isteri Presiden SBY, Ani Yudhoyono meminta kepada sektor perbankan agar tidak mempersulit dalam memberikan KUR kepada masyarakat penggiat usaha kecil terutama untuk mengembangkan kerajinan kebudayaan.

"Sektor perbankan bantulah dengan kredit yang mudah, UMKM harus terus dimaksimalkan," jelasnya.

Menurut Any, dirinya mengaku pernah mendapatkan berbagai keluhan dari masyarakat mengenai susahnya untuk mendapatkan KUR ini. Sehingga masyarakat menyatakan KUR ini tidak ada gunannya.

"Saya juga mendengar adanya keluhan masyarakat susahnya mendapatkan KUR, saya meminta agar perbankan menjelaskan dengan gamblang mengenai masalah ini," kata Any.

"Kalau tidak memenuhi syarat kasih tahu dulu syaratnya seperti apa," imbuh Any.

(dru/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads