Demikian disampaikan Direktur Utama PT Ciptadana Securities, Ferry Budiman Tanja usai penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kemenkeu dengan 25 agen penjual ORI 2011, di Graha Sawala, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (3/8/2011).
"Bunga yang ditawarkan sekitar 7,5-8%," jelasnya.
Memang pemerintah belum menetapkan kupon atau bunga atas ORI 008 tersebut. Rencananya Kemenkeu akan mengumumkan bunga pada 5 Oktober mendatang.
Namun untuk menarik lebih banyak investor ritel tentu kisaran bunga ORI terbaru ini harus lebih tinggi dari bunga deposito perbankan. "Karena pembandingnya dengan deposito. Kami akan bandingkan dengan 5 bank BUMN saat itu. Akan dibuatkan rata-ratanya," jelas Direktur Surat Utang Negara DJPU Kementerian Keuangan Bimantara Widyajala.
Bank Mandiri yang juga salah satu agen penjual ORI 008 menyebut, untuk menarik investor ritel perseroan akan menawarkan bunga pada level 8,11%. "Yang pasti harus diatas 8%," paparnya.
PT Danareksa Sekuritas justru menyerahkan tingkat bunga kepada pemerintah. "Tergantung nanti pasar gimana. Kalau tahun lalu 7,5-8%. Tapi yang pasti diatas deposito," tegas Direktur Utama Danareksa, Marciano.
Atas target Kementerian Keuangan dalam penjualan ORI ini, para agen penjual mengaku optimis dapat melebihi penjualan seri sebelumnya. "Kita akan targetkan Rp 750 miliar. Tahun lalu Ciptadana bisa Rp 500 miliar. Fokus kita di high network client, ya rata-rata beli bisa Rp 1-5 miliar. Paling kecil Rp 500 juta," jelas Ferry.
"(Target) bisa sama seperti tahun lalu, Rp 750 miliar. Kalau pasar bagus bisa Rp 1-1,5 triliun," imbuh Marciano.
Hari ini pemerintah melakukan perjanjian kerja sama dengan 25 agen penjual ORI 2011. Dimana penjualan ORI diharapkan akan semakin memperkuat sistem keuangan di pasar domestik.
"Ini bermanfaat tidak hanya sistem keuangan negara, juga alternatif instrumen investasi kepada investor. Dan ada bonus kepada kita semua, masyarakat luas, yaitu lingkungan," kata Bimantara.
(wep/ang)











































