Demikian siaran pers yang dikutip dari Bank Indonesia (BI), Rabu (3/8/2011).
Adapun paling banyak disalurkan oleh bank BUMN sebesar Rp 29,3 triliun disusul bank swasta nasional Rp 11,9 triliun, Bank campuran Rp 266,7 miliar, dan Bank Asing sebesar Rp 448,1 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan hingga Juli 2011 year on year (yoy) mencapai 23,5%. BI tetap optimistis kredit perbankan masih tumbuh sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) di 2011 di 22-24%.
"Bulan Juli 2011 ini kredit masih berada di 23,5% belum ada perkembangan siginifikan. Tetapi tetap sejalan dengan RBB," kata Muliaman.
Dijelaskan Muliaman, pertumbuhan kredit perbankan ditopang oleh tingginya kredit investasi. Selain kredit investasi, Muliaman menambahkan kredit ditopang juga oleh Kredit Modal Kerja (KMK) dan konsumsi termasuk motor dan mobil.
"Pertama yakni tumbuhnya kredit investasi kemudian diikuti oleh KMK dan konsumsi termasuk mobil dan motor yang cukup tinggi," kata Muliaman.
Namun, Muliaman menegaskan terkait kebijakan loan to value dengan meningkatkan down payment alias DP di sektor kendaraan bermotor dirinya mengatakan belum akan diterapkan.
"Saat ini pertumbuhannya masih dianggap wajar jadi kebijakan ini belum akan diterapkan dalam waktu dekat," jelasnya.
(dru/dnl)











































