Soal Bunga Nomor 2, Yang Penting Beri UMKM Akses Kredit Dulu

Soal Bunga Nomor 2, Yang Penting Beri UMKM Akses Kredit Dulu

- detikFinance
Jumat, 05 Agu 2011 07:21 WIB
Soal Bunga Nomor 2, Yang Penting Beri UMKM Akses Kredit Dulu
Jakarta - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ternyata menomorduakan masalah bunga kredit yang diberikan jasa keuangan. Para penggiat UMKM lebih mementingkan akses mudah, dana cepat cair dan pembiayaan yang bebas agunan dari siapapun pemberi modal termasuk bank.

Demikian disampaikan oleh Direktur UKM Center FEUI Nining Soesilo ketika ditemui disela acara Media Gathering dengan Citibank di kawasan Mahakam, Jakarta, Kamis Malam (4/8/2011).

"Suku bunga ngga terlalu penting untuk UMKM terutama di daerah dan sektor perdagangan jasa. Apa yang penting bagi mereka adalah syarat mudah, tanpa agunan dan dana yang cepat," jelas Nining.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan para penggiat UMKM akan mengambil pembiayaan dari siapapun yang memberikan kemudahan tersebut. Tidak terlepas Lembaga Keuangan Mikro, Baitul Maal Wal Tamil (BMT), Koperasi bahkan rentenir sekalipun.

"Bagaimana dengan bank? Tidak mungkin. Karena bank banyak memberikan syarat apalagi soal agunan tersebut. Sudah pasti di daerah itu enggan menggunakan jasa bank," terang kakak mantan menteri keuangan Sri Mulyani ini.

Menurut Nining, masalah klasik yang kerap terdengar yakni masalah suku bunga bank yang mencekik itu hanya missleading. Jika perbankan berani memberikan syarat mudah maka para penggiat UMKM, sambung Nining dengan senang hati menerima pinjaman.

Dikatakannya, saat ini sebanyak 90% pelaku UMKM terutama di pedalaman Ibukota Jakarta ternyata tidak ada yang menggunakan akses pembiayaan bank.

"Jika dilihat data BI yang diolah oleh UMK Center FEUI, menunjukkan 90% pelaku UMKM di Jakarta tidak masuk bank untuk mendapatkan pembiayaan namun kepada jasa keuangan non bank," terangnya.

Oleh sebab itu, Nining mengatakan industri perbankan harus jeli melihat kenyataan yang ada. Jika tidak ingin terjun langsung, bank harusnya bisa menggunakan linkage program ke jasa keuangan non bank.

"Bank salurkan saja ke Koperasi, BMT, Lembaga Keuangan Mikro lainnya termasuk BPR juga. Biar mereka yang menggarap pasti akan lebih produktif," jelasnya.

"Saat ini pembiayaan bank kepada salah satunya Koperasi saja masih sangat minim. Kredit linkage bank ke Koperasi saja hanya 2,8%. Makanya seharusnya bank bisa lebih jeli," imbuh Nining.

(dru/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads