Tigor mengakui telah menyiapkan visi dan misi untuk membawa Citibank ke arah yang lebih baik. Yang pertama kali dia tekankan adalah masalah sumber daya manusia (SDM) di Citibank.
"Saya melihat dari fundamental. Satu, dari talent management atau Human Resource atau dari komposisi SDM. Kita harus sangat-sangat comfortable dan sangat invest di SDM kita karena bisnis perbankan ini bisnis manusia. Ini memang kita ada gedung ada komputer ada semuanya. tapi behind all that, itu manusia," ujarnya disela Media Gathering di. Kawasan Mahakam, Jakarta, Kamis Malam (4/8/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dari manusia entah itu dari development, dari training, hiring the right people, growing the right people, giving the right people, the right job, itu saya rasa itu sangat-sangat penting untuk the long term," kata Dia.
"Dan ini investasi yang harus dipikirkan bukan hanya saya tapi seluruh dari management team dan ke bawah-bawahnya, bagaimana kita bisa mempunyai SDM yang terbaik. Itu yang saya rasa sangat-sangat fundamental," imbuhnya.
Kedua, lanjut Tigor, perbaikan dari segi mindset dan dari segi service. "I want to be the best service provider to customer. Tapi saya maunya bukan saya yang ngomong tapi nasabahnya yang ngomong. Kita mau to be recognized sebagai the best service porvider to our customer," kata Tigor.
Ketiga, sambung Tigor, Citibank harus bisa memberikan inovasi-inovasi dan solusi yang bukan hanya need customer taste tapi exceed cutomer taste.
"Ini dunia sangat kompetitif dan kalau kita tidak bisa melakukan lebih dari yang di-expect customer kita harus bisa selangkah dua langkah daripada apa yang mereka pikirkan sendiri. itu keinginan saya. Sebelum customer merasakan bahwa dia bisa lebih baik kita sudah bisa berikan solusi seperti ini," paparnya.
Untuk mencapai tiga hal tersebut, maka Tigor menekankan harus dilakukan setiap waktu dan kontinu.
"Itu terus menerus karena inovasi itu harus terus menerus dan harus cultural. Jadi, ngga bisa dikerjakan oleh satu lab di tim karena yang interaksi dengan customer itu semua yang dari nasbah itu dari SDM kita. Dan SDM kita itu kulturnya harus dengan service yang terbaik, SDM yang yang terbaik dan mencoba mencari inovasi-inovasi yang lebih baik lagi," ucapnya.
Tigor merupakan pengganti Chief Country Officer (CCO) sebelumnya, Shariq Mukhtar. Shariq yang sudah berkarir di Citibank selama 25 tahun itu dipindahkan ke Singapura setelah mencuatnya berbagai kasus yang mencoreng reputasi bank asal Amerika Serikat itu.
Kasus-kasus tersebut antara lain penggelapan dana nasabah oleh mantan relationship manager-nya, Malinda Dee dan tewasnya nasabah, Irzen Octa yang diduga akibat kekerasan oleh debt collector Citibank.
(dru/qom)











































