Gara-gara Kasus Citibank, Kredit Konsumsi Melambat

Gara-gara Kasus Citibank, Kredit Konsumsi Melambat

- detikFinance
Jumat, 05 Agu 2011 12:03 WIB
Gara-gara Kasus Citibank, Kredit Konsumsi Melambat
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya penurunan Indeks Tendensi Bisnis (ITB) untuk sektor keuangan. Hal itu ditengarai BPS akibat kasus dari Citibank dll sehingga menyebabkan kredit konsumsi melambat.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Slamet Sutomo menyatakan terjadi penurunan dalam Indeks Tendensi Bisnis (ITB) untuk sektor keuangan dari triwulan I sebesar 7,29 menjadi 6,88 pada triwulan II.

"Itu karena kasus kartu kredit yang bermasalah. Kredit konsumsi melambat gara-gara kasus Citibank, dan lain-lain dulu itu. Triwulan I dan ke triwulan II turun dari 7,29 menjadi 6,88," ujarnya dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Slamet, sejumlah kasus itulah yang menyebabkan potensi ITB di sektor keuangan pada triwulan III-2011 akan mengalami pertumbuhan terendah.

"Untuk prospek bisnis triwulan III tahun 2011, nilai ITB Triwulan III-2011 sebesar 108,51. Berarti kondisi bisnis diperkirakan akan meningkat dibandingkan Triwulan II-2011. Semua sektor ekonomi pada Triwulan III-2011 diperkirakan mengalami peningkatan kondisi bisnis," ujarnya.
Β 
"Sektor Pengangkutan dan Komunikasi diprediksi mengalami peningkatan bisnis tertinggi, sementara Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan bisnis terendah," tambahnya.

Selain itu, lanjut Slamet, yang mengalami penurunan usaha adalah sektor tekstil dari 10,43 pada triwulan I menjadi 8,03 pada triwulan II. Menurutnya, hal ini disebabkan adanya persaingan usaha dengan Cina.

"Tekstil itu karena persaingan dengan China, kita kalah daya saing, impor dari China lebih murah. Ini perlu menjadi perhatian," tegasnya.

Sementara usaha yang meningkat adalah usaha makanan. Slamet menyatakan pada triwulan II sektor usaha makanan meningkat karena menjelang puasa.

"Sektor makanan meningkat menjelang lebaran tumbuh 4,04 menjadi 9,34," jelasnya.

Secara keseluruhan, berdasarkan data BPS, ITB pada Triwulan II tahun 2011 sebesar 105,75, yang berarti kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis juga meningkat jika dibandingkan dengan Triwulan I-2011 (nilai ITB sebesar 102,16).

Peningkatan kondisi bisnis pada Triwulan II-2011 terjadi di semua sektor. Peningkatan kondisi bisnis tertinggi terjadi pada Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan (nilai ITB sebesar 108,60). Sedangkan Sektor Pertambangan dan Penggalian mengalami peningkatan bisnis terendah (nilai ITB sebesar 104,53).

Kondisi bisnis pada Triwulan II-2011 meningkat karena adanya peningkatan pendapatan usaha, penggunaan kapasitas produksi, dan rata-rata jam kerja. Sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan mengalami peningkatan pendapatan usaha tertinggi dan peningkatan terendah adalah Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih. Peningkatan kapasitas produksi tertinggi terjadi pada Sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih, sedangkan peningkatan rata-rata jam kerja tertinggi terjadi pada Sektor Konstruksi.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads