Demikian disampaikan oleh Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya E. Siregar ketika ditemui di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (5/8/2011).
"Apa yang disampaikan IDB ke kami itu, IDB kan kirim surat ke kita bahwa mereka menunda penjualan saham Bank Muamalat. Kurang lebih seminggu atau 10 hari yang lalu dikirimnya," kata Mulya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinannya masalah kecocokan harga, salah satunya itu memang tidak ada kecocokan harga," ungkapnya.
Memang rencananya ada tiga pemegang saham utama Bank Muamalat akan melepas kepemilikan sahamnya terkait dengan satu dan lain hal di institusinya masing-masing. Ketiga pemegang saham tersebut adalah Boubyan Bank Kuwait, Saudi Arabian Atwill Holdings Limited, dan Islamic Development Bank (IDB).
BI sebelumnya telah mengkonfirmasi ketertarikan beberapa investor baik lokal dan asing dengan upaya penjualan kepemilikan saham di bank syariah pertama di Indonesia tersebut. Beberapa investor tersebut menurut Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya Siregar di antaranya adalah Standard Chartered Bank, OCBC, Saratoga, Qatar Islamic Bank, PT Bank Mandiri Tbk, Para Group dan Overseas Chinese Banking.
Adapun beberapa peminat telah memutuskan untuk mengundurkan diri dalam proses akuisisi tersebut, seperti PT Bank Permata Tbk, dan Chairul Tanjung lewat Para Group yang memutuskan tidak meneruskan. Terkait hal tersebut, Arvian membantah ada risiko-risiko internal bank yang menjadi penyebab.
Sampai Juni 2011, total aset Bank Muamalat tercatat sebesar Rp 24 triliun, tumbuh 41,17% dibandingkan posisi akhir 2010 sebesar Rp 17 triliun.
(dru/dnl)











































